DPR  

Andre Rosiade Dukung Langkah Prabowo Soal Maintenance Pesawat TNI Dikelola Garuda

andre
Anggota DPR Andre Rosiade/Net

Realitarakyat.com – Langkah Menhan Prabowo Subianto yang ingin perawatan pesawat TNI dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia, yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia mendapat dukungan kalangan dewan.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai langkah tersebut sangat tepat, lantaran merupakan bagian dari komitmen Prabowo dalam membesarkan perusahaan milik negara.

“Kita tahu Pak Prabowo punya komitmen untuk bagaimana membesarkan GMF. Menyelamatkan Garuda itu sudah sikap resmi Pak Prabowo, dan beliau juga ingin pemeliharaan pesawat milik TNI itu dikerjasamakan dengan GMF,” kata Andre dalam keterangannya, Jumat (15/4).

Menurutnya, kerjasama antara PT GMF dan Kemenhan dalam hal perawatan pesawat ini diharapkan mampu memajukan kemandirian industri pertahanan dalam negeri khususnya bidang kedirgantaraan.

“Saya sudah mendengar kerjasama ini, saya ingin mendengar bagaimana detilnya. Kedepan kami mendorong agar pemeliharaan-pemeliharaan pesawat TNI ini bisa dilakukan di GMF,” jelas Andre.

“Kenapa harus melibatkan asing kalau GMF bisa. Jangan sampai berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, itu hanya jargon saja. Insya Allah Pak Prabowo punya komitmen untuk itu,” tegas politikus Gerindra ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra membenarkan bahwa PT GMF telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertahanan terkait pemeliharaan pesawat TNI.

Dia pun mengapresiasi komitmen Menhan Prabowo dalam memajukan industri dirgantara dalam negeri.

“Beberapa waktu lalu Pak Menteri Pertahanan datang kesini dan kami terimakasih bahwa memang komitmen dan dukungan beliau untuk memajukan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT GMF Aeroasia, Andi Fahrurrozi mengatakan, keseriusan Menhan Prabowo dalam memajukan industri dirgantara dalam negeri ditandai dengan menerbitkan surat edaran bagi semua matra TNI (AD, AU, AL) agar pekerjaan perbaikan pesawat dilakukan di dalam negeri.

“Jadi saat ini memang berdasarkan peraturan bahwa pekerjaan maintenance alutsista itu tidak boleh dibawa keluar negeri. Jadi memang surat edarannya sudah terbit, itu dari Menhan untuk semua matra,” terang Andi.

Lebih lanjut, kata Andi, langkah PT GMF kini kian mantap untuk ekspansi pada industri pertahanan dengan keberhasilan perusahaan meraih sertifikat dan persetujuan dari Lockheed Martin atas kapasitas perawatan pesawat Hercules C-130H untuk pekerjaan overhaul, refurbishment, dan modifikasi.

Keberhasilan ini berangkat dari adanya kesepakatan offset atau Offset Project Agreement (OPA) antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pertahanan dan Lockheed Martin, yang merupakan perusahaan kedirgantaraan, senjata, pertahanan, keamanan informasi, dan teknologi dari Amerika Serikat.

“Jadi ini sebagai modal dasar kami untuk bisa berkontribusi terhadap pemeriharaan Alutsista kita. Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk terus berkomitmen memajukan Indonesia,” kata Andi.[prs]