Realitarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan anggaran biaya tidak terduga penanganan potensi bencana El Nino atau kemarau panjang pada 2023 sebesar Rp7 miliar.
Kepala pelaksanaan BPBD Kulon Progo Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan anggaran biaya tidak terduga (BTT) ini digunakan secara keseluruhan, baik untuk distribusi air bersih dan kegiatan penanganan kebencanaan lainnya selama 2023.
“Anggaran secara spesifik untuk penanganan potensi bencana El Nino tidak ada. Namun, pada 2023, Pemkab Kulon Progo menyiapkan BTT sebesar Rp7 miliar,” kata Joko Satyo, Minggu (30/4).
Ia berharap El Nino yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat, tidak membawa dampak bencana di Kulon Progo.
Untuk itu, BPBD Kulon Progo melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan bila ada bencana El Nino.
El Nino berpotensi melanda enam kecamatan, yakni Girimulyo, Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Nanggulan, dan Sentolo. Enam kecamatan tersebut terdapat 13 desa yang menjadi langganan kekeringan. Pada 2018, sedikitnya 7.000 kepala keluarga di 109 dusun mengalami krisis air.
“Sebanyak 109 dusun tersebut berada di 23 desa di delapan kecamatan, yakni Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, Pengasih, Sentolo, Nanggulan, dan Panjatan,” katanya.
Lebih lanjut, Joko Satya mengimbau masyarakat memanen air hujan untuk mengantisipasi musim kemarau panjang yang diprediksi akan berlangsung lima sampai tujuh bulan.
Saat ini masih ada hujan yang mengguyur Kulon Progo. “Kami berharap masyarakat melakukan panen hujan atau menampung air hujan di instalasi penampung air hujan (PAH) yang bisa dimanfaatkan saat krisis air atau saat butuh,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat menghemat air. Hal ini dikarenakan ada potensi kemarau kering yang berlangsung lima hingga tujuh bulan.
“Kami juga mengimbau masyarakat melakukan penghematan air,” katanya.







