Realitarakyat.com – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Kharis Almasyhari mengaku tidak terlalu ambil pusing terkait adanya wacana koalisi besar yang digaungkan oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
Diketahui KIB sendiri digaungi oleh Golkar, PPP dan PAN. Sementara KIR digaungi oleh Gerindra dan PKB.
“Ya malah bagus itu. Jadi kita bisa berkompetisi secara baik dan sehat. Tapi itu selama sesuai dengan aturannya ya,” jelas Abdul Kharis di Jakarta, Selasa (4/4).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi I DPR ini menegaskan, koalisi besar juga bisa jadi pelecut bagi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang diisi PKS, NasDem dan Demokrat dalam berjuang memenangkan jagoannya, Anies Baswedan di Pilpres 2024.
“Koalisi Besar itu malah bisa jadi lecutan, jadi tantangan besar bagi kami di KPP, bagaimana untuk serius memenangkan mas Anies Baswedan sebagai Capres,” kata Abdul Kharis.
Untuk diketahui, gagasan gabungan antara KIB dan KIR makin menguat ketika Presiden Jokowi memberi restu bahwa penggabungan kedua koalisi tersebut sangat cocok jika menjadi satu koalisi besar. Meski memberi restu, tapi Jokowi tetap menyerahkan sepenihnya kepada para ketum parpol di KIB dan KIR untuk menentukan keputusannya sendiri.
“Saya hanya bilang cocok (koalisi besar), terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Apalagi ini untuk kebaikan negara, kebaikan bangsa untuk rakyat. Jadi kalau bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik,” kata Jokowi, dalam acara silaturahmi parpol pendukung pemerintah di kantor DPP PAN, Minggu (2/4/2023) lalu.[prs]







