Realitarakyat.com – Sikap bebal nampaknya melekat pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Itu terlihat hingga saat ini, Netanyahu ogah menggubris desakan dunia internasional yang menyuarakan agar Israel melakukan gencatan senjata di Gaza.
Tapi desakan dunia internasional itu hanya dianggap Netanyahu sebagai peringatan biasa. Bahkan, Netanyahu tetap ngotot dan memerintahkan serangan ke Hamas akan terus dilakukan.
Bahkan, Netanyahu menyampaikan sikap terkini Israel terkait konflik di Gaza dalam sebuah siaran di televisi.
Gencatan senjata, bagi Netanyahu hanya mungkin terjadi jika Hamas membebaskan 240 sandera dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
Netanyahu mengatakan Gaza akan didemiliterisasi setelah perang. Dia menegaskan pasukan Israel akan memegang kendali penuh keamanan di Gaza.
Netanyahu juga mengesampikan peran pemerintahan Otoritas Palestina saat ini di Gaza. Dia menolak memberikan kendali kepada otoritas tersebut di Gaza.
“Pasti ada hal lain di sana,” kata Netanyahu dilansir Al Jazeera, Minggu (12/11). Dia menjawab pertanyaan soal apakah Otoritas Palestina, yang memiliki sebagian kendali administratif di Tepi Barat yang diduduki, dapat memerintah Gaza setelah perang,
“Tidak akan ada otoritas sipil yang mendidik anak-anak mereka untuk membenci Israel, membunuh warga Israel, dan melenyapkan negara Israel,” sambung Netanyahu.
Bahkan, Netanyahu memberikan peringatan keras kepada kelompok Hizbullah dari Lebanon. Dia meminta Hizbullah agar tidak ikut terlibat perang antara Israel dan Hamas.
“Jangan membuat kesalahan dengan berperang. Itu akan menjadi kesalahan dalam hidup Anda… Masuknya Anda ke dalam
perang akan menentukan nasib Lebanon,” ujar Netanyahu.
Netanyahu seakan tidak menghiraukan kecaman dari dunia internasional. Dia bahkan menegaskan perang dengan miitan Hamas yang berkausa di Gaza akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh.
Saat ini saja, Netanyahu berkata, ‘perang melawan (Hamas) sedang berlangsung dengan kekuatan penuh, dan mereka mempunyai satu tujuan, yaitu menang. Tidak ada alternatif selain kemenangan’.
Setidaknya 11.078 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Di Israel, jumlah korban tewas kini mencapai lebih dari 1.200 orang.







