Realitarakyat.com – Pejabat Palestina mengatakan dua bayi telah meninggal dan puluhan lainnya dalam bahaya setelah bahan bakar di rumah sakit terbesar di Gaza habis pada Sabtu (11/11).
Pejabat Palestina mengatakan tembakan Israel di RS di Gaza secara langsung untuk telah membahayakan warga yang menjalani pengobatan.
“Ini benar-benar zona perang, suasana yang sangat menakutkan di rumah sakit ini. Sekarang terjadi pemboman terus menerus selama lebih dari 24 jam,” kata Ahmed al-Mokhallalati, ahli bedah plastik senior di rumah sakit Al Shifa, kepada kantor berita Reuters, Senin (13/11).
Sebagian besar staf rumah sakit dan orang-orang yang berlindung di rumah sakit telah pergi, katanya, tetapi 500 pasien masih di sana.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, serangan Israel telah menewaskan seorang pasien dalam perawatan intensif.
Ashraf Al-Qidra, yang mewakili kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan penembak jitu tentara Israel di atap gedung dekat rumah sakit menembaki kompleks medis dari waktu ke waktu, sehingga membatasi kemampuan orang untuk bergerak.
“Kami terkepung di dalam Kompleks Medis Al Shifa, dan pendudukan (Israel) telah menargetkan sebagian besar bangunan di dalamnya,” katanya kepada Reuters melalui sambungan telepon.
Rumah sakit menghentikan operasinya setelah bahan bakar habis, kata Qidra, seraya menambahkan bahwa dua bayi meninggal di dalam inkubator, di mana total ada 45 bayi.
Situasi kemanusiaan di Gaza pun memburuk, sehingga otoritas perbatasan Gaza mengumumkan bahwa jalur darat Rafah ke Mesir akan dibuka kembali pada Ahad untuk pemegang paspor asing setelah ditutup pada Jumat (10/11).
Di tengah pertempuran yang terus berlanjut, Hamas sendiri telah menghancurkan seluruh atau sebagian lebih dari 160 sasaran militer Israel di Gaza, termasuk lebih dari 25 kendaraan dalam 48 jam terakhir.
Belakangan gerakan yang dilakukan Hamas itu, malah dituding menggunakan rumah sakit untuk berlindung dan bersembunyi. Sementaara, staf medis mengatakan pasien di rumah sakit itu bisa meninggal jika mereka dipindahkan.
Israel Bantah
Militer Israel membantah telah membahayakan rumah sakit tersebut.
“Ada bentrokan antara pasukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dan teroris Hamas di sekitar rumah sakit. Tidak ada penembakan di rumah sakit dan tidak ada pengepungan,” kata Kolonel Moshe Tetro, kepala koordinasi dan penghubung di COGAT, badan di kementerian pertahanan Israel yang menangani urusan penduduk sipil di Gaza.
Juru bicara militer Israel mengatakan Hamas telah kehilangan kendali atas Gaza utara.
“Militer Israel akan membantu mengevakuasi bayi yang terperangkap di RS Al Shifa di Gaza,” kata kepala juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari mengklaim.
Israel sebelumnya mengusir para dokter, pasien dan ribuan pengungsi yang mengungsi di rumah sakit di Gaza utara. Itu dilakukan, karena Israel menuding Hamas menempatkan pusat komando di bawah dan di sekitar mereka.







