Nova Arianto Bakal Ikuti Gaya Pelatihan Shin ke Timnas U-16

  • Bagikan
Nova Arianto
Asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Nova Arianto. //NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pelatih tim nasional U-16 Nova Arianto menggunakan sejumlah gaya kepelatihan Shin Tae-yong, dalam melatih para pemain asuhannya.

Timnas U-16 saat ini sedang menjalani proses seleksi untuk persiapan menuju Piala AFF U-16 dan kualifikasi Piala Asia U-17. Terdapat tiga gelombang seleksi, dengan setiap gelombangnya berisi 32 pemain.

Pada latihan yang berlangsung di Lapangan Latihan A komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, para pemain yang mengikuti latihan menggunakan kaus kaki yang berbeda warna di kedua kakinya.

“Iya pastinya karena saya cukup lama dengan coach Shin jadi memang benar sekali dibedakan kaus kakinya, jadi saya bisa tahu kaki dominan mereka apa kaki kanan atau kaki kiri,” ujar Nova, Senin (19/2).

“Ya pastinya ada beberapa filosofi yang saya bawa juga ya, termasuk dari Pelatih Indra (Sjafri), karena saya sudah ikut Pelatih Indra dari 2019, akhirnya bersama Pelatih Shin, jadi dua progress itu yang saya masukkan di tim ini. Semoga apa yang diberikan Pelatih Shin dan Pelatih Indra bisa saya terapkan di sini,” tambahnya.

Selain menyeleksi para pemain, salah satu tanggung jawab lain yang ingin ditanamkan Nova adalah gaya permainan yang juga mirip dengan gaya permainan ala Shin Tae-yong, yakni progresi bola ke depan. Hal itu beberapa kali diterapkan Nova saat memimpin latihan.

“Ya harapannya karena memang mereka rata-rata kan bermain di SSB (Sekolah Sepak Bola), di akademi. Jadi saya pikir saya lihat mereka masih bermain dengan sepakbola gayanya di SSB atau di akademi. Tapi saya mau masukkan mereka dengan ini lho cara bermain sepak bola seperti sekarang, seperti yang saya mau, seperti ini,” ucap mantan bek Persib Bandung itu.

Salah satu pendekatan lain yang juga diterapkan Nova kepada para pemain muda asuhannya adalah mengenai kedisiplinan. Menurut Nova, sangat penting untuk menerapkan kedisiplinan kepada para pemain, termasuk dengan membatasi penggunaan telepon seluler mereka.

“Salah satunya handphone kita kumpulkan setiap malam ya jam setengah sepuluh dan saya juga tekankan kepada mereka soal disiplin. Karena tadi ada beberapa pemain yang terlambat saat makan siang, menurut saya itu tidak baik. Karena jika mereka tidak disiplin akan sulit. Dan saya pastikan nanti kalau dia melakukan lagi, dia akan kita pulangkan,” tegasnya.

  • Bagikan