Menko Sugiono Minta Bonus Atlet Emas Dihitung Ulang

Menko Sugiono Minta Bonus Atlet Emas Dihitung Ulang

Realitarakyat.com  — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali emas di Asian Games dan Olimpiade.

Permintaan tersebut disampaikan Sugiono saat menerima audiensi Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

“Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade,” kata Sugiono dalam keterangannya.

Menurut Sugiono, perhitungan kebutuhan tambahan bonus diperlukan agar penghargaan yang diberikan pemerintah kepada atlet berprestasi dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Dalam pertemuan tersebut, Erick juga menyampaikan perkembangan sejumlah program pembangunan olahraga. Pembahasan mencakup peningkatan prestasi dan pembinaan atlet, kesejahteraan olahragawan, pembangunan fasilitas olahraga, hingga persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Selain bonus, pemerintah tengah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi. Program tersebut terutama ditujukan bagi peraih medali emas Olimpiade dan ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.

Kebijakan itu disiapkan sebagai bentuk perlindungan dan jaminan kesejahteraan atlet setelah mereka mengakhiri masa kompetitif.

Pemerintah juga menyiapkan program pengembangan talenta melalui pendidikan. Kemenpora bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan 100 beasiswa melalui skema LPDP bagi atlet berprestasi di sejumlah perguruan tinggi ternama.

Selain itu, pemerintah merencanakan tambahan 100 beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri. Pengembangan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Latihan Tim Nasional juga menjadi bagian dari agenda pembinaan atlet.

Di sisi regulasi, pemerintah melakukan penyederhanaan aturan untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Dari sebelumnya terdapat 191 Peraturan Menteri, regulasi tersebut akan diringkas menjadi empat aturan.

Penyederhanaan itu ditujukan untuk memberikan kepastian dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, sekaligus mendukung pengembangan organisasi dan kompetisi.

Pembangunan olahraga juga diarahkan tidak semata untuk mengejar prestasi. Pemerintah ingin sektor tersebut turut mendorong kesehatan, pembentukan karakter, industri olahraga, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenpora telah berkoordinasi mengenai pengembangan investasi olahraga serta optimalisasi aset melalui BLU Inasport.

Sementara itu, persiapan PON XXII 2028 terus dilakukan. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan ajang tersebut berjalan efektif dan efisien sekaligus menjadi ruang bagi atlet daerah untuk menunjukkan prestasi.

Dalam pembinaan prestasi jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan regulasi yang mencakup 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabang andalan nasional. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat sistem pembinaan atlet, termasuk menghadapi SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.(Din)