Puncak Arus Mudik dan Minimnya Penerangan Jalan Tol Jateng

Arus Mudik, Semarang, Kalikangkung, GT Kalikangkung jasa marga
GT Kalikangkung. (Ist)

Realitarakyat.com – Arus mudik kendaraan pemudik roda empat di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang terpantau ramai lancar. Sudah tidak terlihat tanda-tanda peningkatan arus mudik lebaran 2024.

Diperkirakan puncak arus mudik lebaran 2024 itu terjadi pada Sabtu (6/4) kemarin. Di mana, ada sekitar 68 ribu kendaraan melintas di wilayah tersebut.

“Puncak arus mudik pada Sabtu (6/5), sekitar 68 ribu lebih yang melintas dari arah barat,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (8/4).

Sejauh ini, kata dia, situasi di GT Kalikangkung terpantau ramai lancar. Volume kendaraan, kata dia, masih terbilang tinggi yakni rata-rata 3 ribu kendaraan masuh per jam. Kondisi tersebut, tentunya berimbas ke perlambatan di ruas tol dalam Kota Semarang.

Sementara, lanjut dia, mengenai jalur satu arah dari Jakarta hingga Kalikangkung masih tetap diterapkan hingga 9 April 2024.

“‘One Way’ nasional merupakan kewenangan dari Korlantas Polri,” katanya.

Polda Jawa Tengah, kata dia, dipastikan bakal memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat pada arus mudik tahun ini.

Sedangkan, Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Sonny Irawan menambahkan bahwa penerapan jalur satu arah secara nasional tetap diterapkan hingga 9 April 2024.

“Akan dihentikan dengan melihat kondisi di lapangan, tetapi keputusan di Korlantas Polri,” katanya.

Minim Penerangan

Sementara, pemudik diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Brebes – Semarang, Jawa Tengah.

Itu dikarenakan kondisi tol gelap tanpa lampu penerangan pada sejumlah lokasi.

Berdasarkan pantauan, suasana gelap tanpa penerangan lampu itu setelah pemudik melintas masuk melewati Gerbang Tol (GT) Brebes Timur hingga kilometer 277.

Selanjutnya, suasana gelap gulita kembali dirasakan pemudik saat memasuki kilometer 281 – kilometer 282, dan kilometer 288 hingga seterusnya sampai pintu ke luar Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.

Pemudik hanya akan memperoleh cahaya dari pengendara lainnya dan sinar pantulan “mata kucing” marka jalan yang menjadi pemandu utama para pemudik.

Sedangkan lampu penerang jalan akan banyak ditemui di sejumlah kawasan rest area, atau pun gerbang tol yang ada di sepanjang jalan tol Trans Jawa ruas Brebes-Semarang ini.

Kondisi jalan yang sebagian besar gelap seperti itu menjadi perhatian dari para pemudik yang mengendarai mobil pribadi.

Salah satunya Agus (46), pemudik asal Bandung, Jawa Barat itu saat ditemui di rest area 338A mengaku dengan kondisi demikian membuat dirinya beberapa kali dikejutkan dengan kendaraan di depan yang berhenti ataupun memperlampat laju secara tiba-tiba.

Hal demikian terjadi, menurut dia, karena jarak pandang ke mobil di depan menjadi terbatas sehingga membuat para sopir harus benar-benar menjaga konsentrasi.

“Ya kalau mobil itu stop lamp nya menyala kita bisa lihat, tak sedikit lampu belakangnya mati, kalo enggak hati-hati betul bisa ketabrak,” kata dia sembari mengelap kaca depan mobilnya.

Namun secara umum, Agus menyatakan perjalanannya melintasi jalan tol Trans Jawa via GT Brebes Timur berlangsung lancar seiring diberlakukan nya sistem satu arah atau one way, dan aman karena banyak menemukan petugas kepolisian bersama jasa marga yang bersiaga di bahu-bahu jalan tol.

Sementara itu, Kepala Posko Pengamanan Terpadu Kalikangkung AKP Sujid mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang tidak memiliki lampu penerangan jalan itu dengan menyiagakan petugas tim penyisir dari kepolisian dan jasa marga.

Ia memastikan tim penyisir tersebut akan memandu atau menolong dan memindahkan kendaraan yang mengalami kendala sesegera mungkin ke bahu jalan sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Semua potensi yang ada sejauh ini sudah diantisipasi secara maksimal, apalagi saat ini diberlakukan one way,” ujarnya.

Otoritas jalan tol Trans Jawa berdasarkan diskresi dari Korps Lalu Lintas Polri sebelumnya telah menerapkan skema satu arah mulai dari Jumat (5/4) malam dan akan berlangsung hingga Minggu (7/4) malam pukul 24.00 WIB.

Sistem pengaturan arus lalu lintas itu diberlakukan secara efektif mulai dari ruas tol kilometer 72 Cikampek (Jalan Tol Cipali), termasuk GT Brebes Timur hingga kilometer 414 GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

Kondisi di GT Kalikangkung saat ini terpantau ramai lancar. Berdasarkan data dari petugas Jasamarga Transjawa tol GT Kalikangkung tercatat pada Minggu sejak pukul 06.00 WIB – 22.00 WIB sudah sebanyak 47.109 unit kendaraan yang tiba dari arah barat (Jakarta dan sekitarnya).