Realitarakyat.com – Negara-negara Barat dinilai sengaja menghasut dan menghalangi terciptanya resolusi konflik di Ukraina.
Tudingan terhadap negara-negara Barat itu berasal dari Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov yang diungkapkan, Rabu 4 Juli 2024.
Tudingan terhadap negara-negara Barat tersebut diungkapkan Andrey Belousov di pertemuan Dewan Menteri Pertahanan Persemakmuran Negara-Negara Independen (CIS) di Ibu Kota Belarus, Minsk.
Menhan Belousov berpendapat Barat telah menggunakan ideologi neo-Nazi di Ukraina untuk menghasut nasionalisme dalam bentuk yang paling ekstrem untuk memecah belah warga Rusia dan Ukraina.
Padahal, menurut Belousov, Bangsa Rusia dan Ukraina telah disatukan oleh sejarah selama berabad-abad.
“Saya ulangi kembali bahwa pihak Barat yang mempersiapkan sekaligus memprovokasi krisis Ukraina, dan kini mereka sengaja menunda (resolusi),” katanya.
Rusia meluncurkan “operasi militer khusus” di Ukraina sejak Februari 2022.
Terkait situasi di perbatasan CIS, Belousov, seperti dilansir Anadolu, menggambarkannya sebagai “tegang” dan “tidak stabil”.
“Di tengah ketidakstabilan global dan situasi yang kian memanas di sepanjang perbatasan luar CIS, kami mementingkan peningkatan mekanisme perlawanan bersama terhadap tantangan dan ancaman baru dan yang sudah ada. Ini adalah salah satu prioritas kami,” katanya menegaskan.
Mengacu pada pentingnya memperbarui arsitektur keamanan di Eurasia, Belousov mengundang peserta lain untuk membahas pembentukan sistem keamanan yang akan mencakup seluruh negara Eurasia.
CIS adalah sebuah organisasi internasional untuk kerja sama antara sejumlah negara yang dulunya menjadi bagian dari Uni Soviet.***







