Realitarakyat.com – Selesai masa jabatan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan akan mengajar meskipun belum diungkapkan tempatnya.
Namun, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono tidak akan mengambil banyak mata pelajaran karena tujuannya untuk mengisi waktu luang.
Keinginan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono itu dia ungkapkan mengingat masa tugas Kabinet Indonesia Maju (KIM) tinggal menghitung beberapa hari saja hingga 20 Oktober 2024.
“Ya, nanti kan bisa ngajar. Saya ingin ngajar, hanya satu pelajaran saja untuk ngisi (waktu luang),” kata Basuki kepada awak media, di Jakarta, Minggu, 15 September 2024.
Basuki menuturkan, dirinya telah berulangkali berpesan kepada insan PUPR bahwa tugas di Kementerian PUPR bukanlah sederhana. Menurutnya, ada sederet pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, salah satunya mengurangi angka backlog atau kekurangan akan kebutuhan perumahan.
“Itu bagus ya, menurut saya. Dengan adanya rencana program 3 juta unit rumah per tahun untuk perkotaan dan perdesaan,” ujarnya.
Jadi, dengan adanya wacana pembentukan Kementerian Perumahan pada pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah akan lebih fokus lagi. “Kalau kemarin 1 juta kita capainya sudah besar. Karena backlog-nya masih banyak kan, masih sekitar 9 juta-an,” kata Basuki.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, dengan adanya Kementerian Perumahan, pemerintah akan semakin fokus untuk mengurus permasalahan perumahan. Khususnya, menurunkan angka backlog, yang diklaim saat ini mencapai 9,9 juta. Pekerjaan selanjutnya adalah mengatasi banyaknya rumah subsidi yang kosong.
Menurut Basuki, adanya Kementerian Perumahan dinilai bisa mengurus soal perumahan subsidi yang kosong atau tidak tepat sasaran. Selain itu, juga bisa mengatasi persoalan kenapa rumah Subsidi kurang diminati masyarakat.***







