Realitarakyat.com — Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyoroti kondisi komunitas Muslim yang menjadi minoritas di India dalam Sidang ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania.
Syahrul mengatakan, sejumlah laporan lembaga hak asasi manusia internasional menunjukkan adanya dugaan diskriminasi, intimidasi, hingga kekerasan terhadap komunitas Muslim di India.
Menurut dia, persoalan tersebut antara lain mencakup pembongkaran rumah, properti, hingga tempat ibadah milik masyarakat Muslim.
“Kondisi seperti ini tidak boleh luput dari perhatian masyarakat internasional,” kata Syahrul, dikutip Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan, faktor agama tidak boleh menjadi alasan seseorang kehilangan rasa aman ataupun mendapatkan perlakuan diskriminatif.
Syahrul juga mengingatkan bahwa isu kemanusiaan seharusnya menjadi perhatian bersama parlemen dunia tanpa membedakan agama, ras, maupun kewarganegaraan.
“Palestina harus kita suarakan. Sudan harus kita pedulikan. Dan penderitaan minoritas Muslim di berbagai belahan dunia juga tidak boleh kita abaikan,” ujarnya.
Karena itu, Syahrul mendorong parlemen negara-negara Muslim untuk menggunakan forum parlemen internasional guna menyampaikan keprihatinan dan mendorong Pemerintah India menghormati hak asasi manusia, kebebasan beragama, serta hak kelompok minoritas.
Ia menekankan, penghormatan terhadap kedaulatan negara tetap harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita menghormati kedaulatan setiap negara. Namun, pada saat yang sama, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia adalah nilai universal yang menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Syahrul.(Ess)







