News  

Baznas Perbaiki 1.891 Rumah Tak Layak Huni Sepanjang 2024

Baznas Perbaiki 1.891 Rumah Tak Layak Huni Sepanjang 2024

Realitarakyat.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperbaiki sebanyak 1.891 unit rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2024.

“Perbaikan rumah-rumah itu tersebar dari wilayah paling barat di Provinsi Aceh hingga wilayah paling timur di Provinsi Papua. Salah satunya adalah rumah milik Pak Benyamin Rollo di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua yang saat ini telah selesai diperbaiki,” kata pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2024.

Saidah mengatakan upaya perbaikan rumah tersebut dilakukan atas kerja sama Baznas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Program perbaikan rumah ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata dari komitmen Baznas untuk terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Saidah, tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, di mana tempat tinggal bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi yang penting bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya.

“Melalui program ini, Baznas ingin memastikan bahwa setiap warga. Terutama para mustahik, dapat tinggal di rumah yang layak huni, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Menurut Saidah, program perbaikan rumah tidak layak huni tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial sebagai lembaga zakat. Tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Oleh karenanya, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, dan turut serta dalam mendukung program ini. Saidah menilai sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini’

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Baznas. Dan kami akan terus menjalankan amanah ini dengan penuh integritas dan tanggungjawab,” katanya.***