Realitarakyat.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sependapat keikutsertaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bersifat sukarela.
Hal itu, menurutnya, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sependapat dengan pandangan publik bahwa keikutsertaan program Tapera tidak seharusnya wajib. Melainkan bersifat sukarela,” ujar Maruarar, Kamis (28/11/2024).
Untuk itu, Ara sapaan akrab Maruarar, meminta Badan Penyelenggara Tapera membuat terobosan. Terutama membuat sistem yang menarik agar program Tapera ini didukung masyarakat.
“Saya juga meminta BP Tapera memikirkan seandainya harus ada aturan yang perlu diubah. Ini guna mendukung program tiga juta rumah dan masyarakat bisa mendapatkan rumah dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Dirjen Perumahan Kementerian PKP Iwan Suprijanto mengaku selain hal di atas Kementerian PKP mengajukan perubahan anggota Komite Tapera. “Menteri PKP bersurat ke Presiden atas permintaan Komisioner BP Tapera untuk perubahan komite sehubungan dengan perubahan Kabinet,” kata Iwan.
Hal ini, lanjutnya, terkait dengan perubahan kabinet dari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo 2019-2024 menjadi Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Hingga saat ini anggota Komite Tapera masih tertulis dijabat Menteri PUPR.
“Dalam surat Menteri PKP diusulkan ke Presiden untuk ditata ulang. Nanti Pak Menteri PKP akan duduk di komite (Tapera, Red) itu,” ujarnya.
Komite Tapera ini akan berperan dalam pembahasan dan skema Tapera ke depannya. “Komite itu nanti menurunkan arah pembicaraan dan sebagainya.”***







