News  

Pemerintah Punya Instrumen Kuat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Makan Gratis
Makan bergizi gratis. //Net/ilustrasi

Realitarakyat.com – Pemerintah sudah memiliki instrumen yang kuat untuk program makan bergizi gratis sebagai prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pernnyataan pemerintah sudah memiliki instrumen yang kuat itu diungkapkan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, Senin, 4 November 2024.

“Kalau soal ruang lingkup, negara kita juga punya instrumen atau perangkat yang bisa mengurus makanan bergizi gratis tersebut. Bahkan, negara-negara lain yang rakyatnya banyak juga mampu, seperti Tiongkok dan India,” katanya.

Ia mengaku optimis program ini akan berjalan baik. “Kita jangan pesimis untuk kebesaran bangsa dan generasi kita yang unggul,” ujarnya.

Agus menjelaskan, filosofi paling penting dari program makan bergizi gratis yakni untuk menyiapkan generasi unggul. Yaitu, melalui pemberian makanan yang penuh nutrisi bagi para generasi muda.

“Filosofinya (makan bergizi gratis) agar generasi muda kita harus sehat dan unggul. Artinya, menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkan generasi unggul tersebut,” ucapnya.

“Jadi, unsur nutrisi yang mereka konsumsi menjadi penting. Karena mempengaruhi secara fisik, pikiran, dari generasi-generasi yang akan kita persiapkan menjadi generasi yang hebat,” ujarnya.

Ia menegaskan, dari berbagai macam penelitian, dukungan makanan bergizi gratis tersebut bisa meningkatkan tinggi badan pada laki-laki dan perempuan. “Makan bergizi gratis ini program prioritas dan mendesak yang harus segera diwujudkan agar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah mendapatkan nutrisi yang memadai,” ucapnya.

Ia mengemukakan, meski Kemensos belum mendapatkan perintah akan dilibatkan dalam program makan bergizi gratis, namun pihaknya siap apabila dibutuhkan. Mengingat selama ini Kemensos juga memiliki program permakanan yang ditujukan untuk para lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

“Kita memberikan makanan gratis kepada ibu-ibu lansia yang umurnya di atas 75 tahun dan disabilitas. Untuk lansia saja 100 ribu, dan itu sehari kita kasih makan dua kali, pagi dan siang,” katanya.

“Yang menyediakan kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat itu tugasnya menyediakan makanan, memasak. Termasuk mengantarkan makanan,” katanya.***