Realitarakyat.com – Cina terus melawan dalam perang tarif yang dikobarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Terakhir, Beijing menaikkan tarif impor untuk barang-barang AS menjadi 125 persen sebagai balasan atas pengenaan tarif 145 persen oleh AS.
Cina nampaknya tak tertarik dengan ajakan Trump untuk kembali ke meja perundingan. “Apa yang terjadi dengan Cina? Kami sangat ingin bisa membuat kesepakatan,” kata Trump kepada media saat rapat kabinet terbuka pada Kamis (10/4/2025).
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan sangat menghormati Presiden Xi Jinping. Dia bahkan menyebutnya sebagai seorang sahabat lama.
“Saya yakin kita bisa akrab dan saya pikir kita membicarakan hal-hal bermanfaat untuk kedua negara. Saya menantikannya,” ujar Trump.
Tetapi alih-alih mendapat sambutan dari Xi Jinping, Cina malah mengumumkan kenaikan tarif hingga 125 persen untuk barang-barang impor dari AS.
Imbasnya, imbal hasil obligasi AS mengalami kenaikan, yang mengindikasi aksi jual obligasi AS tersebut. Laporan Al-Jazeera menyebutkan, hal ini menunjukkan semakin menurunnya kepercayaan pada perekonomian AS.
Preside Cina Xi Jinping bahkan menyebut tarif AS sebagai ‘lelucon’ dan akan menjadi bumerang bagi AS sendiri. Trump sudah menyatakan mengecualikan pengenaan tarif tinggi pada produk smartphone, komputer dan barang elektronik yang diimpor dari Cina .
Tapi, pihak Cina malah memperluas pembatasan atas baran-barang dari AS. Otoritas Perfilman Nasional Cina misalnya, menyatakan akan membatasi masuknya film-film Holywood ke Cina .
“AS telah melakukan kebijakan yang salah mengenakan tarif tinggi pada Cina . Kami mengikuti mekanisme pasar, menghormati pilihan penonton, tapi kami akan mengurangi jumlah film Holywood,” kata Otoritas tersebut.
Selama ini Cina membolehkan sekitar 10 film Holywood per tahun. Pasar Cina menjadi sumber pendapatan terbesar bagi industri film AS. ***







