Pasukan Basarnas Indonesia Mulai Operasi Pencarian dan Pertolongan di Myanmar

Pasukan Basarnas Indonesia Mulai Operasi Pencarian dan Pertolongan di Myanmar

Realitarakyat.com – Pasukan misi kemanusiaan Indonesia, pada Hari Rabu (2/3/2025) waktu setempat, mulai melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di sebuah kompleks perumahan pegawai negeri sipil (PNS) di Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw, Myanmar yang runtuh karena gempa bumi.

Wakil Kontingen Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Wahyudi dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu malam, mengatakan bahwa pasukan misi kemanusiaan Indonesia tergabung sebagai tim INASAR (Indonesia Search and Rescue) yang dipercaya untuk melakukan asessment dan perbantuan di Thukha Theiddhi Ward.

Otoritas setempat memperkirakan masih banyak korban yang tertimbun runtuhan bangunan setelah diguncang gempa dengan magnitudo 7,7.

Menurut Wahyudi, tim INASAR di Myanmmar tersebut terbagi ke dalam tiga regu yakni dua regu untuk Urban SAR atau pencarian dan pertolongan korban gempa di perkotaan dengan call sign, Regu Alfa dan Bravo. Sementara regu ketiga untuk keperluan medis para petugas profesional tim INASAR.

“Tim medis INASAR pagi tadi juga memberikan pelayanan pengecekan kesehatan bagi warga setempat yang berada di sekitar posko Basarnas atau Base of Operation,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa pelaksanaan operasi tersebut dilakukan sebagaimana hasil pengarahan dari Deputy Minister for Emergency Myanmar -Director General and Fire Brigade Commander kepada kontingen INASAR sebagai delegasi resmi pemerintah Indonesia dalam sebuah pertemuan di Myanmar.

Kontingen INASAR yang terlibat dalam pertemuan adalah Wahyudi (Basarnas), Brigjen. Pol. (Purn) Ary Laksmana Widjaja (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB), dan Dumas Amali Radityo (PWNI – Kementerian Luar Negeri).

Pertemuan itu, menurutnya, difasilitasi ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Center) itu juga menyampaikan belasungkawa dan komitmen dari pemerintah Indonesia untuk memberikan perbantuan kedaruratan dampak bencana di Myanmar. ***