News  

Lebih dari 1.000 Calon Haji Menderita ISPA di Arab Saudi

Info Haji

timwas dpr
//Net /ilustrasi

Realitarakyat.com – Lebih dari 1.000 calon haji menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada tanggal 18 Mei 2025 di Arab Saudi.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi, Mohammad Imran mengatakan, kepadatan massa menjadi salah satu pemicu masalah kesehatan tersebut. Ia mengkhawatirkan ISPA dapat berlanjut menjadi radang paru atau pneumonia yang lebih parah.

“Pneumonia ini sendiri saat ini juga merupakan penyakit terbanyak yang menyebabkan jemaah kita harus menjalani perawatan. Khususnya perawatan di rumah sakit di Arab Saudi,” katanya.

Hal ini, menurutnya, menjadi perhatian para petugas kesehatan. Baik petugas dari Kementerian Kesehatan maupun petugas dari Kementerian Agama.

“Sehingga para jemaah haji tidak mengalami kendala dalam mengaksanakan ibadahnya ketika berada di Tanah Suci. Jadi, ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Selain penularan penyakit, masalah kesehatan lainnya yang sering muncul adalah trauma akibat berdesakan. Kemudian stres atau rasa cemas akibat berhimpitan di tengah orang banyak, atau khawatir terpisah dari rombongan.

Masalah lainnya adalah jemaah haji juga dihadapkan pada tantangan cuaca panas ekstrem di Makkah. Dalam dua hari terakhir, suhu udara tercatat mencapai 42 hingga 46 derajat Celcius.

“Suhu aktual ini akan terasa lebih panas. Di mana tingkat kelembaban udara di Tanah Suci juga sangat rendah, yaitu kurang dari 30 persen,” kata Imran, menjelaskan.

Cuaca panas ini, lanjut Imran, dikhawirkan berdampak langsung kepada kesehatan jemaah haji. Di antaranya adalah kelelahan maupun juga dehidrasi.

Dengan kondisi ini, PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, menghindari kerumunan jika tidak perlu. Kemudian, memperbanyak minum air dan menggunakan alat pelindung diri dari panas seperti payung dan topi.

Petugas kesehatan juga terus memantau kondisi jemaah. Sekaligus memberikan pelayanan terbaik agar ibadah haji dapat berjalan lancar.

“Kemudian untuk menghindari penularan penyakit agar jemaah haji senantiasa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar hotel. Terutama apabila jemaah haji sedang menderita batuk atau pilek,” ujarnya. ***