Realitarakyat.com – Polri diminta segera mengungkap kasus kematian diplomat Indonesia yang menjadi perhatian masyarakat saat ini.
“Kita harapkan ini segera bisa terjawab,” kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Menurut Lodewijk, Polri dalam hal ini Polda Metro Jaya telah bekerja dengan baik dan sesuai dengan prosedur dalam menangani kasus tersebut.
Walau sudah bekerja maksimal, Lodewijk juga terbuka akan kritik dan saran dari masyarakat terhadap kinerja Polri dalam kasus kematian diplomat ini.
“Kita tentunya menghormati langkah-langkah yang diambil oleh Polri dan juga koreksi-koreksi yang diambil, salah satunya dari Kompolnas,” ujar Lodewijk.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyatakan bahwa penyelidik telah memeriksa rekaman CCTV di 20 titik yang mencakup lingkungan indekos mendiang dan beberapa tempat yang pernah dikunjunginya, termasuk kantor.
“Rekaman tersebut merupakan rekaman selama tujuh hari terakhir. Pemeriksaan barang bukti digital ini masih berlangsung oleh tim digital forensik dan analisis dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya,” kata dia pada Kamis.
Ade Ary menyatakan pihaknya juga telah memeriksa 15 orang saksi yang terdiri dari individu di sekitar tempat indekos, tempat kerja, keluarga Arya Daru, dan dari pihak-pihak yang terakhir berkomunikasi dengannya.
Diplomat muda itu ditemukan meninggal oleh penjaga indekos pada 8 Juli lalu di kamar indekosnya di Jakarta dengan kondisi kepala terlilit lakban.
Jenazahnya telah diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diketahui penyebab kematiannya.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap penyebab kematian Arya Daru itu dapat segera terungkap. ***







