Idrus Marham: Golkar Solid di Bawah Bahlil, Tantangan Dijawab dengan Prestasi

Idrus Marham: Golkar Solid di Bawah Bahlil, Tantangan Dijawab dengan Prestasi
Waketum Golkar, Idrus Marham. //net

Realitarakyat.com – Partai Golkar meyakini isu musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang belakangan beredar bukan berasal dari Istana.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang mengutamakan persatuan dan gotong royong membangun bangsa.

“Oh enggak, enggak (enggak ada campur tangan Istana). Saya punya keyakinan, bahkan sebelum Mensesneg memberikan penjelasan, di Golkar tidak pernah curiga sedikit pun kepada Pak Prabowo,” ujar Idrus di Jakarta, Senin (11/8).

Idrus, yang pernah menjadi Ketua Koalisi Merah Putih pada 2014, mengaku mengetahui persis komitmen kebangsaan Presiden Prabowo.

Menurutnya, mustahil Kepala Negara menginginkan Golkar terpecah demi kepentingan oknum tertentu.

Sebaliknya, Prabowo justru mendukung soliditas Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia demi mendukung jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sejak awal menjabat, kata Idrus, Presiden Prabowo telah mengajak seluruh rakyat untuk mengelola Indonesia sebagai rumah besar yang dimiliki bersama.

“Indonesia adalah milik kita bersama, karena itu kita ini keluarga satu dan harus bergotong-royong, mengembangkan kekitaan dan kebersamaan. Ini adalah pencerminan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Di sisi lain, Idrus Marham menyebut Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menanggapi isu munaslub dengan santai namun cerdas.

Menurut Idrus, Bahlil menilai bahwa semakin Golkar solid, bersatu, dan berprestasi, tantangan dan gangguan akan semakin besar.

“Harus dijawab dengan kinerja, kerja nyata, dan prestasi,” ujar Idrus.

Ia menambahkan, Partai Golkar bersyukur memiliki ketua umum yang masih berusia 49 tahun, namun sudah memiliki banyak prestasi dan berasal dari Papua.

Hal ini, kata Idrus, mencerminkan Golkar sebagai partai yang modern, terbuka, dan mewakili wajah Indonesia.

“Golkar ini adalah Indonesia. Dari manapun dia berasal, yang punya prestasi, kemampuan, dan perjalanan hidup dari bawah, bisa memimpin,” tuturnya.[prs]