Realitarakyat.com – PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengkaji penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) untuk menangkap emisi CO2 yang akan diterapkan di PLTU Pangkalan Susu, Sumatera Utara sebagai proyek percontohan.
CCS dikenal sebagai teknologi perangkap karbon yang berfungsi menangkap emisi CO2 lalu menyimpannya di bawah tanah.
Program tersebut menjadi langkah awal mendukung target nasional Net Zero Emission.
“Kami percaya bahwa kolaborasi dengan akademisi seperti ITB akan mempercepat transformasi energi nasional menuju Net Zero Emission. Teknologi CCS bukan hanya solusi teknis, tetapi simbol dari semangat inovasi dan tanggung jawab lingkungan yang kami junjung tinggi,” kata Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta, Sabtu (16/8/2025).
PLTU Pangkalan Susu dipilih karena memiliki potensi besar menjadi lokasi percontohan CCS berbasis batubara. Teknologi ini memungkinkan penangkapan serta penyimpanan emisi karbon dari proses pembakaran.
CCS diproyeksikan mampu menurunkan emisi tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik nasional. Studi kelayakan mencakup peninjauan fasilitas pembangkit, diskusi teknis, serta pengumpulan data lapangan.
Kajian dilakukan dengan menganalisis aspek teknis, operasional, keekonomian, dan potensi dampak lingkungan. Studi tersebut meliputi kebutuhan steam, intensitas emisi CO₂, jalur pipa, dan lokasi penyimpanan karbon.
“PLN Indonesia Power terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi untuk memastikan bahwa setiap langkah menuju dekarbonisasi dilakukan secara terukur, efisien, dan berdampak nyata bagi masa depan energi Indonesia,” ujarnya.
Hasil kajian kelayakan akan dipakai sebagai dasar penyusunan desain teknis implementasi CCS. Selain itu, studi ini menjadi acuan untuk menyusun estimasi biaya serta strategi jangka panjang. ***







