DPR  

DPR Apresiasi Sinergi Pertamina–ESDM Jaga Stok BBM Nasional hingga 22 Hari

DPR Apresiasi Sinergi Pertamina–ESDM Jaga Stok BBM Nasional hingga 22 Hari
Anggota Komisi VI DPR Firnando Hadityo Ganinduto. //Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjaga ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang dinilai sejalan dengan kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Firnando menyebut sinergi Pertamina dan Kementerian ESDM telah memastikan ketersediaan BBM, menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

“Pertamina sudah melaporkan bahwa rata-rata stok BBM nasional saat ini mampu bertahan hingga 22 hari. Ini jauh lebih aman dibandingkan tahun 2023 yang hanya 17 hari. Angka ini menunjukkan pasokan BBM makin terkendali pasca-reformasi kebijakan impor,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (19/9).

Menurut Firnando, capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan impor BBM satu pintu dengan evaluasi berkala setiap tiga bulan yang digagas Kementerian ESDM.

Skema baru ini membuat tata kelola impor lebih efisien sekaligus menutup celah penyalahgunaan izin impor yang sebelumnya marak dilakukan SPBU swasta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor BBM Indonesia pada periode Januari–Juli 2025 turun 6,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, sementara konsumsi energi domestik justru naik 5,2 persen.

Hal ini membuktikan kebijakan ESDM mampu menekan impor tanpa menimbulkan kelangkaan.

“Kebijakan Pak Bahlil ini bukan hanya menjaga stok harian, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang. Dengan impor yang lebih terkontrol, pemerintah bisa mempercepat pembangunan kilang, memperluas program B35, dan mengurangi ketergantungan impor,” tambah Firnando.

Ia menegaskan, kelangkaan yang sempat terjadi awal 2025 lebih disebabkan transisi dari sistem izin lama ke sistem baru, bukan akibat kebijakan ESDM. Setelah skema berjalan, kondisi pasokan dan distribusi BBM semakin membaik.

“Jangan sampai isu kelangkaan BBM dipelintir jadi bahan politik sesaat. Faktanya, pasokan lebih terjamin, harga stabil, dan tata kelola impor makin transparan. Golkar sepenuhnya mendukung langkah Pertamina dan Kementerian ESDM di bawah Pak Bahlil,” tegasnya.

Firnando optimistis kebijakan impor satu pintu akan menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi di masa depan.

Ia juga mengajak semua pihak mendukung langkah pemerintah agar persoalan energi dapat diatasi secara berkelanjutan demi kepentingan rakyat.[prs]