Realitarakyat.com – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kadernya, Adies Kadir, yang saat ini berstatus nonaktif sebagai anggota DPR RI, tidak lagi menerima fasilitas maupun gaji sebagai wakil rakyat.
“Otomatis, otomatis ya. Namanya nonaktif itu tidak mendapat fasilitas apa-apa,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9).
Meski memberikan penegasan tersebut, Bahlil tidak menjelaskan lebih rinci mengenai mekanisme pencabutan hak dan fasilitas Adies.
Usai menyampaikan pernyataan singkat, ia langsung bergegas memasuki kompleks Istana Kepresidenan untuk menghadiri panggilan Presiden Prabowo Subianto.
Selain Bahlil, sejumlah menteri dan pejabat negara juga hadir di Istana pada Kamis sore, antara lain Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Hadir pula Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menko PMK Pratikno, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Di waktu yang sama, Presiden juga memanggil sejumlah penasihat khusus, termasuk Dudung Abdurachman, Wiranto, serta Kepala BIN M. Herindra.
Adies Kadir sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sebelum dinonaktifkan oleh Partai Golkar.
Keputusan tersebut diambil setelah pernyataannya soal tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR yang dinilainya “masuk akal” menuai protes luas dari masyarakat.
Pernyataan itu memicu aksi demonstrasi di Jakarta dan sejumlah daerah, sehingga Golkar mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Adies dari seluruh jabatan di partai maupun DPR.
Bahlil menegaskan, status nonaktif tersebut berarti Adies otomatis tidak lagi berhak atas segala fasilitas dan gaji yang melekat pada posisinya sebagai anggota DPR RI.[prs]







