DPR  

Netty Prasetiyani: Ribuan Kasus Keracunan Harus Jadi Alarm Serius MBG

Netty Prasetiyani: Ribuan Kasus Keracunan Harus Jadi Alarm Serius MBG
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. //Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kasus keracunan makanan yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah harus menjadi bahan perhatian serius agar tujuan mulia program tidak melenceng.

“Kasus-kasus yang terjadi di lapangan, misalnya soal keracunan makanan, harus menjadi bahan perhatian dan evaluasi komprehensif agar program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak-anak kita,” kata Netty dalam keterangannya, Selasa (30/9).

Mengacu pada laporan CISDI, sejak awal pelaksanaan MBG hingga kini terdapat 5.626 kasus keracunan makanan di 16 provinsi. Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 2.051 kasus.

Netty menegaskan, angka ini tidak bisa dianggap kecil karena berdampak pada kesehatan ribuan siswa.

“Makanan yang menyebabkan keracunan patut diduga ada kesalahan, kelalaian, bahkan potensi tindak pidana dalam prosesnya. Apakah disengaja atau tidak, itu harus diusut,” ujarnya.

Legislator PKS itu menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan dalam setiap tahapan MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Kesehatan, BPOM, Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah, untuk melakukan investigasi cepat sekaligus menyiapkan langkah perbaikan.

Selain itu, Netty mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dan sekolah dalam mengawasi kualitas makanan.

“Keterbukaan informasi kepada masyarakat akan menumbuhkan rasa percaya dan partisipasi dalam menjaga keberlangsungan program ini,” katanya.

Meski demikian, Netty tetap menyatakan dukungannya terhadap program MBG dengan sejumlah perbaikan.

“Mari kita jadikan insiden ini sebagai momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, sehingga benar-benar menjadi instrumen peningkatan gizi dan kesehatan anak bangsa,” tegasnya.[prs]