PKS: Platform Ekonomi Prabowo Selaras dengan Perjuangan Partai

PKS: Platform Ekonomi Prabowo Selaras dengan Perjuangan Partai
Presiden PKS, Almuzzamil Yusuf/Net

Realitarakyat.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan ekonomi kerakyatan sejalan dengan nilai perjuangan partai dan ayat-ayat Al-Qur’an.

“By nature, secara aslinya, hakikinya, inilah platform ekonomi perjuangan PKS yang bisa disebutkan dalam latar belakang kami, karena banyak sekali ayat-ayat Allah yang bicara tentang ekonomi kerakyatan,” kata Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dalam penutupan Munas VI PKS di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Almuzzammil mengutip Surat Al-Ma’un ayat 1-2 dan hadits tentang pentingnya memperhatikan kaum lemah sebagai dasar pandangan PKS dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, PKS akan berdiri tegak bersama Presiden Prabowo untuk mewujudkan cita-cita Pasal 33 UUD 1945 tentang perekonomian yang berbasis asas kekeluargaan.

“Pasal 33 ayat 1 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Inilah cita-cita besar Bung Hatta, dan harus diwujudkan untuk membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan koperasi telah diperkuat sejak lama oleh tokoh bangsa, termasuk Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo, yang memelopori koperasi desa dan pendirian bank nasional pertama.

Sementara itu, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, menekankan pentingnya akses kredit rakyat agar keuangan inklusif menjangkau masyarakat kecil, bukan hanya korporasi besar.

“Inilah mata rantai sejarah dari Bung Hatta, Pak Margono, Prof. Sumitro hingga kini menjadi tanggung jawab kita bersama. InSya-Allah Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan gagasan ekonomi kerakyatan demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutur Almuzzammil.

Salah satu program yang saat ini dijalankan Presiden Prabowo adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui prinsip gotong royong.

Program ini diluncurkan pada 3 Maret 2025 dengan target membentuk 80.000 koperasi desa, dan akan diresmikan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.