Daerah  

Presiden Prabowo Periksa Kerja Pemerintah Pusat dan Daerah Tangani Dampak Banjir Bandang Bali

Presiden Prabowo Periksa Kerja Pemerintah Pusat dan Daerah Tangani Dampak Banjir Bandang Bali
Presiden Prabowo dan Seskab Letkol Teddy Indrawijaya tinjau dampak banjir di Bali

Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto mendadak ke Bali, Sabtu 13/9/2025) untuk memeriksa langsung kerja pemerintah pusat dan daerah menangani dampak banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah di Pulau Dewata tersebut.

Menurut pernyataan tertulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo dia dampingi menyusuri area permukiman dan kios-kios yang rusak akibat terjangan banjir bandang beberapa hari lalu.

Presiden Prabowo pun langsung menginstruksikan jajarannya, termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, untuk memperhatikan kondisi warga yang terdampak serta memperbaiki rumah-rumah serta kios-kios mereka yang rusak.

“Pemerintah terus bergerak cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali. Dalam kesempatan ini, Presiden pun kembali memastikan apa yang telah diinstruksikan kepada jajaran BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, dan instansi terkait lainnya telah berjalan tepat dan cepat,” kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya yang dilihat, Minggu (14/9/2025).

Menurut Teddy, Presiden Prabowo memeriksa kondisi Pasar Badung-Kumbasari, kemudian area permukiman di sekitar Pasar Badung, termasuk areal sempadan Tukad Badung.

Presiden juga mendengar langsung keluhan-keluhan warga, termasuk yang disampaikan oleh seorang warga Denpasar, Ni Nengah Manis, dan Presiden berjanji pemerintah akan membantu memperbaiki rumahnya yang rusak.

Banjir merendam sebagian area pemukiman dan pusat-pusat ekonomi di beberapa kota dan kabupaten di Bali pada Selasa (9/9/2025) dan Rabu (10/9/2025), hingga menyebabkan ratusan bangunan rusak dan belasan orang meninggal dunia. Akibat banjir, ratusan orang juga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan sebagian rusak parah.

Gubernur Bali I Wayan Koster kepada wartawan di Denpasar, Sabtu, menyebutkan data terkini dampak banjir yaitu 17 orang meninggal dunia. Dari 17 orang itu, 11 korban jiwa di Denpasar, satu orang di Kabupaten Badung, dua orang di Kabupaten Jembrana, dan tiga di Kabupaten Gianyar. ***