Zulhas: Prabowo Tegaskan Program Pangan dan Desa Nelayan Harus Jalan Cepat

Zulhas: Prabowo Tegaskan Program Pangan dan Desa Nelayan Harus Jalan Cepat
Menko Bidang Pangan Zulhas. (instagram @kemenkopangan.ri)

Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh program strategis pemerintah dipercepat pelaksanaannya dan tidak boleh terhambat persoalan administratif maupun regulasi.

Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden menekankan agar tidak ada alasan aturan maupun birokrasi yang memperlambat realisasi program.

“Arahan beliau semua program harus dipercepat pelaksanaannya, tidak boleh ada hambatan dengan alasan kertas. Artinya aturan atau hal teknis lain tidak boleh menghalangi,” kata Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Dalam sektor pangan, pemerintah menitikberatkan pada dua agenda besar: optimalisasi lahan pertanian yang sudah berproduksi dan pembangunan lahan sawah baru.

Beberapa wilayah yang menjadi prioritas pembangunan lahan pertanian baru yakni Wanam di Papua, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Zulhas menyebut, infrastruktur dasar di Wanam sudah mulai tersedia, termasuk jalan dan pelabuhan.

“Khusus Wanam tadi sudah dibangun jalan, pelabuhan sudah hampir jadi. Tinggal percepatan soal tata ruang yang sedang diselesaikan,” ujarnya.

Selain beras, Zulhas menegaskan pemerintah juga memberi perhatian besar pada ketersediaan protein. Kementerian Kelautan dan Perikanan ditargetkan membangun 20 ribu hektare tambak pada tahun ini dari target total 70 ribu hektare.

“Itu juga diminta untuk dipercepat, tahun ini dan tahun depan harus bisa diselesaikan 20 ribu hektare dulu,” tambahnya.

Tak hanya pangan, percepatan program juga berlaku untuk penguatan ekonomi desa. Zulhas menyebut program Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan atau Desa Nelayan akan menjadi fokus. Untuk tahun ini, program Desa Nelayan ditargetkan mencapai 100 lokasi.[prs]