Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa isu perlindungan pekerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, bukan sekadar persoalan teknis, hukum, atau pelanggaran hak asasi manusia (HAM), melainkan merupakan persoalan ideologis bagi partainya.
Hal itu disampaikan Hasto saat membuka workshop bertajuk “Kajian Kritis: Regulasi, Layanan, dan Diplomasi Tenaga Kerja Domestik dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia” yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (9/10).
“Kita melihat berbagai persoalan yang terjadi, seperti penempatan ilegal dan perdagangan orang, kekerasan fisik dan psikis, tidak digaji sesuai kontrak, dokumen kerja palsu, atau disiksa oleh majikan,” kata Hasto dalam keterangannya.
Workshop tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Fraksi PDIP, kader partai, serta perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Komnas HAM.
Hasto menegaskan, berbagai tragedi kemanusiaan yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) harus menggugah semua pihak.
Sebagai partai berideologi Pancasila, PDIP, kata Hasto, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara.
“Negara hadir untuk menjamin bekerjanya kemanusiaan dan keadilan sosial serta kehidupan yang layak bagi semua warganya,” tegasnya.
Untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, Hasto mengusulkan pembentukan satuan tugas (task force) khusus di bawah koordinasi PDIP.
Satuan ini diharapkan bisa bekerja sama dengan pemerintah dan memanfaatkan jaringan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDIP di berbagai negara.
“Kami bisa mengaktifasi kader-kader PDIP di seluruh dunia untuk membantu pemerintah. Bahkan kami bisa membentuk komite kerja atau task force untuk melindungi buruh migran,” ujar Hasto.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk komitmen PDIP terhadap cita-cita pendirian Republik Indonesia, yakni keadilan sosial dan demokratisasi ekonomi yang menjamin setiap warga negara memperoleh penghidupan layak dan bermartabat.
Workshop tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Sekretaris Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Eva Trisiana, Komisioner Komnas HAM Anis Hidayat, serta Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends.
Turut hadir pula anggota DPR RI TB Hasanuddin, Nico Siahaan, Wayan Sudirta, Pulung Agustanto, dan Edy Wuryanto, serta Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning dan Sri Rahayu.[prs]







