Realitarakyat.com — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan produktivitas sektor industri. Hal ini disampaikan dalam acara bertema transformasi digital industri yang digelar di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Menurut Agus, pemanfaatan teknologi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan dan daya saing produk.
“Ketika proses produksi menjadi lebih efisien, maka pendapatan perusahaan ikut meningkat. Produk yang dihasilkan pun memiliki nilai tambah lebih tinggi berkat dukungan teknologi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai strategi utama dalam pengembangan industri nasional. Perusahaan yang mengadopsi teknologi digital, lanjutnya, akan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan konsumen serta mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih cepat.
Sebagai bagian dari inisiatif Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian menggandeng 29 perusahaan dalam program National Lighthouse untuk mempercepat transformasi industri berbasis teknologi.
Agus juga menyoroti manfaat AI dalam pengelolaan rantai pasok, mulai dari prediksi kebutuhan bahan baku hingga efisiensi distribusi dan logistik.
“Teknologi AI memungkinkan arus data produksi di pabrik dan kantor pusat berjalan lebih cepat dan akurat, termasuk koordinasi antar departemen,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata dalam industri manufaktur modern. Namun, keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia, budaya inovasi, dan tata kelola bisnis yang adaptif.
“Kualitas algoritma penting, tapi yang lebih menentukan adalah kesiapan SDM dan sistem organisasi yang mendukung inovasi,” tutup Agus.(Din)







