Pabrik Mobil Nasional Dinilai Jadi Titik Balik Industri Otomotif Indonesia

Mobil kepresidenan Maung Garuda yang membawa Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri China Li Qiang saat menuju jamuan makan siang di Istana Kepresidenan
Mobil kepresidenan Maung Garuda yang membawa Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri China Li Qiang saat menuju jamuan makan siang di Istana Kepresidenan

Realitarakyat.com  — Rencana pembangunan pabrik mobil nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis untuk membangkitkan industri otomotif dalam negeri. Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyebut inisiatif ini sebagai momentum paling serius yang pernah diambil pemerintah untuk mewujudkan kemandirian sektor kendaraan.

“Jika dijalankan secara konsisten dan melibatkan SDM yang kompeten serta kolaborasi lintas kementerian, Indonesia bisa bertransformasi dari pasar pasif menjadi pemain aktif dalam rantai pasok global,” ujar Yannes, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, pembangunan fasilitas produksi kendaraan bukan sekadar membangun pabrik, melainkan menandai arah baru menuju kemandirian teknologi, manufaktur, dan ekosistem industri otomotif nasional.

Dampak Positif bagi Industri Lokal
Yannes menambahkan, jika proyek ini terealisasi, akan muncul berbagai dampak positif, seperti meningkatnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diisi oleh produsen lokal, serta terbukanya peluang investasi baru di bidang riset dan pengembangan (R&D) hingga produksi kendaraan.

“Ini akan menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, mendorong tumbuhnya pemasok lokal, dan mempercepat transfer teknologi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa inisiatif mobil nasional bukan sekadar simbol, melainkan tonggak penting dalam reindustrialisasi yang memperkuat daya saing dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dukungan Pemerintah
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah mulai merintis proyek mobil nasional dan menargetkan produksi kendaraan dalam negeri dalam tiga tahun ke depan. Dalam pidatonya di Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menyebut bahwa dana dan lahan untuk pembangunan pabrik telah disiapkan, dan tim teknis tengah bekerja.

Prabowo juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memproduksi kendaraan taktis ringan Maung, yang kini digunakan oleh pejabat dan perwira TNI. Ia mendorong agar kendaraan buatan lokal tersebut digunakan secara luas di lingkungan pemerintahan dan militer.

“Komandan pasukan kita bangga menggunakan kendaraan buatan Indonesia. Ini adalah kebanggaan nasional,” tegas Presiden.(Din)