Realitarakyat.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyesalkan keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia akibat penolakan visa bagi atlet Israel.
Hetifah menegaskan kebijakan Indonesia didasarkan pada kedaulatan nasional dan politik luar negeri bebas aktif yang menolak segala bentuk penjajahan.
“Sikap Indonesia bukan bentuk diskriminasi terhadap atlet, melainkan konsistensi moral bangsa dalam memperjuangkan kemanusiaan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina,” ujar Hetifah dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10).
Hetifah mendorong pemerintah, melalui Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), untuk melakukan komunikasi dan diplomasi aktif dengan IOC agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan dunia olahraga nasional.
Ia juga menekankan perlunya objektivitas IOC dan menghindari penerapan standar ganda terhadap negara yang menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.
Lebih lanjut, politisi Fraksi Golkar ini menekankan perlunya jalur diplomasi terbuka dan konstruktif untuk menyeimbangkan posisi Indonesia sebagai anggota IOC sekaligus pendukung perjuangan Palestina.
“Indonesia harus menegaskan komitmennya terhadap sportivitas dan perdamaian dunia, sambil meminta IOC menghormati sikap kemanusiaan Indonesia,” ujarnya.
Komisi X DPR RI siap menjalankan fungsi pengawasan dan meminta penjelasan resmi dari Kemenpora maupun KOI jika diperlukan.
Hetifah yakin pemerintah akan menempuh langkah diplomatis yang cermat untuk menjaga kehormatan Indonesia di dunia olahraga.
Sebagai langkah jangka panjang, Hetifah mendorong kebijakan terpadu antara Kemenpora, Kemenlu, dan KOI untuk mengantisipasi isu politik sensitif dalam ajang olahraga internasional, sekaligus memisahkan urusan olahraga dari politik tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan dan konstitusional.
“Indonesia harus mampu memisahkan urusan olahraga dari politik tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan dan konstitusional,” pungkasnya. (ndi)







