Realitarakyat.com – Jaringan peneliti dan diplomat yang memiliki perhatian terhadap isu Palestina terus diperkuat Palestine Research Center (PRC).
Indonesia diharapkan mampu memperkuat diplomasi kemanusiaan di kawasan melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas negara.
Penanggung Jawab PRC, Lutfhie Maula Alfianto mengatakan, isu Palestina bisa terus didiskusikan. Tidak hanya di platform media sosial, tetapi juga melalui forum-forum akademik.
“Oleh karena itu, kami mencoba agar perjuangan Palestina tidak hanya bersifat fisik atau bantuan pendanaan semata. Tetapi juga melalui pemikiran akademik,” ujarnya Senin (10/11/2025).
Sementara itu, Manager Program Wakaf Salman, Ryan Faisal, mengajak masyarakat untuk terus mendukung Palestina dalam bentuk apa pun. Mulai dari donasi, doa, keistiqamahan dalam mengonsumsi produk bebas afiliasi, hingga mengadakan aksi berkala.
“Harapannya, langkah kecil ini dapat menginspirasi makin banyak riset tentang Palestina. Sehingga lahir ide-ide besar untuk recovery negeri Gaza Palestina,” kata Ryan.
Forum internasional Asia Pacific Dialogue for Palestine: Synergy of Research and Diplomacy telah digelar di Kompleks DPR RI. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara riset akademik dan diplomasi kemanusiaan di kawasan Asia–Pasifik.
Terdapat pula seminar Ilmiah Palestine Research Center 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian mereka terkait isu strategis Palestina.
Forum ini diharapkan menjadi wadah yang berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara lembaga riset, parlemen, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina secara ilmiah, sistematis, dan penuh solidaritas kemanusiaan. ***







