Realitarakyat.com — Harapan Timnas Italia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 semakin tipis. Pelatih Gennaro Gattuso melontarkan kritik keras terhadap format kualifikasi zona Eropa yang dinilainya tidak adil dan merugikan timnya.
UEFA menetapkan bahwa hanya tim yang finis sebagai juara grup berhak melaju otomatis ke putaran final. Sementara itu, 12 tim yang menempati posisi kedua harus menjalani babak playoff bersama empat tim terbaik dari UEFA Nations League untuk memperebutkan empat tiket tersisa. Gattuso menilai aturan ini tidak memberi ruang bagi runner-up terbaik, meski memiliki catatan impresif sepanjang kualifikasi.
Posisi Italia di Grup I
Saat ini Italia berada di peringkat kedua Grup I dengan 18 poin dari tujuh pertandingan, tertinggal tiga angka dari Norwegia yang memuncaki klasemen dengan rekor sempurna tujuh kemenangan. Dengan hanya satu laga tersisa, Italia harus menghadapi Norwegia di San Siro pada Senin (17/11) dini hari. Namun, peluang lolos langsung hampir mustahil karena selisih gol yang sangat jauh:
Norwegia: 33 gol dicetak, 4 kebobolan, selisih +29
Italia: 20 gol dicetak, 8 kebobolan, selisih +12
Artinya, Italia harus menang dengan margin luar biasa, minimal sembilan gol, untuk menyalip Norwegia.
Dalam wawancara dengan Football Italia, Gattuso menegaskan bahwa sistem ini tidak mencerminkan keadilan. “Kami sudah mengumpulkan 18 poin, menang enam kali, hanya kalah sekali, tapi tetap harus playoff. Rasanya kurang tepat,” ujarnya. Gattuso juga menyinggung sejarah kualifikasi, di mana dulu runner-up terbaik masih berhak lolos langsung. Ia menilai perubahan format justru merugikan tim-tim besar yang tampil konsisten.
Jika gagal menaklukkan Norwegia dengan skor telak, Italia harus melanjutkan perjuangan lewat jalur playoff pada Maret 2026. Babak ini akan diikuti 16 tim (12 runner-up grup + 4 tim dari Nations League) yang dibagi ke dalam empat jalur. Hanya pemenang tiap jalur yang akan mengantongi tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.(Din)







