Realitarakyat.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi proposal perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Putin, rancangan tersebut memuat sejumlah posisi yang sejalan dengan kepentingan Rusia, meski beberapa poin dinilainya masih membutuhkan pembahasan mendalam.
Berbicara dalam konferensi pers di Bishkek, Kyrgyzstan, Putin mengungkapkan bahwa proposal damai itu dikirimkan kepada Moskow melalui “saluran khusus” sebelum dibahas dalam pertemuan antara delegasi AS dan Ukraina di Jenewa.
“Setelah itu, negosiasi digelar di Jenewa antara delegasi Amerika dan Ukraina. Dan, seperti yang saya pahami, mereka memutuskan bahwa seluruh 28 poin ini harus dibagi menjadi empat komponen,” ujar Putin, dikutip dari Middle East Monitor.
Putin juga menyatakan keterkejutannya atas langkah Washington yang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia. Ia menilai keputusan tersebut tidak berkaitan dengan adanya konflik langsung antara kedua negara.
“Saya bahkan tidak mengerti apa yang terjadi,” kata Putin, menegaskan bahwa dirinya tidak mengantisipasi tekanan dari Amerika Serikat.
Dalam kesempatan itu, Putin kembali menyinggung keabsahan kepemimpinan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menurutnya telah habis masa jabatan pada 2024. Ia menilai hanya parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, yang memiliki kewenangan mempertahankan kekuasaan melalui penetapan status darurat negara.
Putin menegaskan bahwa Rusia siap memulai perjanjian damai, namun dengan syarat militer Ukraina menarik diri dari wilayah yang saat ini berada di bawah kontrol Moskow.
“Jika mereka tidak pergi, kami akan mencapainya dengan kekuatan bersenjata,” katanya.
Putin juga mengungkap adanya pertemuan antara delegasi Rusia dan Ukraina di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang disebut berlangsung atas inisiatif Kyiv. Menurutnya, perwakilan pemerintah AS turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kehadiran perwakilan AS di Abu Dhabi tentu mengejutkan,” ujar Putin.
Ia menambahkan bahwa Washington telah memberi tahu Moskow mengenai rencana pengiriman delegasi AS ke Rusia pekan depan. Putin mengatakan bahwa komposisi delegasi itu sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah Amerika. (*)







