Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai penguatan struktur kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perlu segera dilakukan.
Ia mendorong agar BNPB tidak hanya beroperasi di tingkat pusat, melainkan memiliki jaringan hingga ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Menurut Sugiat, keterbatasan struktur BNPB yang terpusat di Jakarta membuat lembaga tersebut kesulitan memperoleh gambaran faktual terkait kondisi kebencanaan di lapangan.
Situasi ini, kata dia, tercermin dari pernyataan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang menyebut bencana di Sumatra hanya ramai diperbincangkan di media sosial.
“Karena mungkin beliau tidak mendapatkan informasi yang valid terkait kondisi di lapangan. Kenapa beliau tidak bisa mendapatkan informasi kondisi yang vaid, karena BNPB ini kan hanya ada di pusat,” kata Sugiat dalam keterangannya, Sabtu (13/12).
Sekretaris Partai Gerindra Sumatra Utara itu juga menyoroti lemahnya garis komando penanggulangan bencana di daerah. Ia menyebut lembaga kebencanaan di tingkat lokal saat ini tidak berada di bawah kendali langsung BNPB.
“Misalnya, kalau di kabupaten kota, tunduk dan patuhnya kepada bupati dan wali kota. Kalau di provinsi, tunduk dan patuhnya kepada gubernur,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut Sugiat, membuat arus informasi dari daerah ke pusat tidak berjalan optimal.
Karena itu, ia mengusulkan pembentukan perwakilan BNPB di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota agar laporan kebencanaan dapat diterima secara cepat dan akurat oleh BNPB pusat.
“Bagaimana mungkin BNPB bisa membuat sebuah kebijakan yang sangat tepat ketika informasi yang mereka dapat itu tidak valid,” katanya.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatra Utara III, Sugiat mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi secara geografis.
Oleh sebab itu, negara harus serius mempelajari dan mengantisipasi seluruh potensi bencana yang ada.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah komprehensif, mulai dari penguatan kelembagaan, penambahan anggaran, hingga peningkatan kapasitas melalui program pelatihan penanganan bencana.
“Bukan hanya kepada institusi yang akan menangani bencana tapi juga terhadap seluruh rakyat Indonesia, baik bencana banjir, bencana gempa bumi, bencana gunung merapi,” kata dia.
Di akhir pernyataannya, Sugiat menegaskan bahwa rentetan bencana yang terjadi belakangan ini, khususnya di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, harus dijadikan pembelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Bangsa ini harus belajar, begitu banyak bencana yang telah terjadi dan itu skala yang sangat luas dan itu kerusakannya juga sangat masif. Saya pikir perlu perhatian sangat serius dari negara,” tegas Sugiat.[prs]







