Realitarakyat.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal, menilai pembentukan koalisi permanen bagi partai-partai politik pendukung pemerintah menjadi kebutuhan penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dapat mencegah munculnya manuver politik yang berpotensi mengganggu fokus dalam menjalankan agenda strategis nasional.
Selain itu, Rizki berpendapat koalisi permanen dapat meningkatkan efektivitas pemerintah dalam menghadapi situasi darurat, termasuk ketika terjadi bencana alam.
Ia menekankan perlunya memastikan tidak ada tindakan yang menimbulkan kegaduhan politik.
“Pemerintahan harus stabil dan kuat agar agenda besar Presiden Prabowo berjalan tanpa hambatan,” kata Rizki di Jakarta, Rabu (10/12).
Rizki juga mengingatkan bahwa para menteri di Kabinet Merah Putih seharusnya mengutamakan kerja konkret dan tidak memicu polemik melalui pernyataan publik.
Hal tersebut disampaikannya merespons komentar Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang sebelumnya menyerukan “taubat nasuha” kepada sejumlah menteri usai terjadinya bencana.
“Pemerintah sedang bekerja untuk rakyat. Yang dibutuhkan itu kerja nyata, bukan drama atau sindiran. Mari jaga soliditas kabinet dan fokus menyelesaikan tugas masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap para menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, menurut dia, tidak tepat jika sesama menteri memberikan pernyataan yang bernuansa menghakimi ataupun mempolitisasi isu internal pemerintahan.
“Koalisi permanen harus jalan. Pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan barisan yang solid, bukan yang plin-plan atau menciptakan drama politik,” katanya.
Sebelumnya, pada 5 Desember, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar koalisi partai politik dibentuk secara permanen.
Ia menilai format tersebut dapat mendorong terbentuknya pemerintahan yang stabil karena tidak ada lagi pihak yang mendukung saat kondisi menguntungkan lalu pergi ketika situasi sulit.[prs]







