Dinilai Tak Kompeten, Kim Jong Un Pecat Wakil Perdana Menteri Saat Pidato

Dinilai Tak Kompeten, Kim Jong Un Pecat Wakil Perdana Menteri Saat Pidato
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. //net

Realitarakyat.com — Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho secara terbuka dan melontarkan kritik keras terhadap sejumlah pejabat yang dinilainya tidak kompeten, Selasa (20/1/2026).

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), pemecatan tersebut dilakukan langsung di lokasi saat Kim Jong Un menyampaikan pidato yang mengecam para pejabat pimpinan yang disebutnya “tidak bertanggung jawab, tidak sopan, dan tidak kompeten.”

Dalam pidatonya, Kim Jong Un meminta Yang Sung Ho untuk mengundurkan diri dan menegaskan bahwa pejabat tersebut tidak layak dipercaya menjalankan tugas-tugas penting negara.

“Singkatnya, ini seperti memasang gerobak pada seekor kambing, sebuah kesalahan dalam proses penunjukan kader kami,” kata Kim Jong Un, seraya menambahkan bahwa yang seharusnya menarik gerobak adalah sapi, bukan kambing.

Dikutip dari AFP, Kim Jong Un dikenal kerap menegur pejabat yang dinilai lalai atau gagal mengelola kebijakan ekonomi. Namun, pemecatan yang dilakukan secara terbuka seperti ini tergolong jarang terjadi.

Pemecatan tersebut dilakukan saat Kim Jong Un meninjau peresmian sebuah kompleks mesin industri pada Senin (19/1). Dalam kesempatan itu, ia juga mengecam para kader yang dinilai terlalu lama terbiasa bersikap pasif, tidak bertanggung jawab, dan mudah menyerah.

Kim Jong Un mendesak percepatan perubahan guna mengatasi keterbelakangan ekonomi dan membangun perekonomian modern yang dinilainya mampu menjamin masa depan negara secara berkelanjutan.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah Korea Utara memperlihatkan Kim Jong Un menyampaikan pidato dengan ekspresi tegas di Provinsi Hamgyong, wilayah timur laut Korea Utara, di hadapan para pekerja yang mengenakan seragam kerja.

Pengamat Korea Utara dari University of North Korean Studies, Yang Moo Jin, mengatakan kompleks industri tersebut merupakan bagian dari sabuk manufaktur mesin besar yang membentang dari wilayah timur laut hingga Wonsan di selatan. Ia menyebut fasilitas itu menyumbang sekitar 16 persen dari total produksi mesin Korea Utara.

Menurut Yang Moo Jin, pemecatan terbuka Yang Sung Ho mencerminkan pola akuntabilitas publik yang kerap digunakan Kim Jong Un sebagai peringatan bagi elite partai. Ia menilai langkah tersebut menjadi sinyal menjelang penyelenggaraan kongres pertama partai berkuasa dalam lima tahun ke depan.

Kongres tersebut diperkirakan akan membahas kebijakan ekonomi serta perencanaan pertahanan dan militer. Bulan lalu, Kim Jong Un juga berjanji memberantas berbagai “kejahatan” dan penyimpangan disiplin, yang oleh pengamat kerap merujuk pada praktik korupsi di internal partai. (*)