ESDM: Kelebihan Pasokan Picu Penurunan ICP Desember 2025

ESDM: Kelebihan Pasokan Picu Penurunan ICP Desember 2025
Kantor ESDM/Net

Realitarakyat.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) minyak dunia menjadi faktor utama penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Desember 2025 menjadi 61,10 dolar AS per barel.

“Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi super glut atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangan resminya, Senin (19/1).

Selain produksi minyak Amerika Serikat yang tinggi, tekanan harga juga dipicu oleh peningkatan produksi negara-negara OPEC+.

Laode menjelaskan, produksi minyak OPEC+ pada November 2025 mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya maupun secara bulanan (month over month/mom), sehingga mencapai 43,1 juta barel per hari (bph).

Di sisi lain, OPEC turut merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025.

Dalam laporan Desember 2025, pertumbuhan produksi non-OPEC+ diperkirakan meningkat sebesar 40 ribu bph dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya menjadi 0,95 juta bph.

Sementara itu, S&P Global menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2025 sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph dalam publikasi Desember 2025.

Badan Energi Internasional (IEA) juga memproyeksikan terjadinya surplus minyak dunia pada 2026 sebesar 3,7 hingga 4 juta bph, atau lebih tinggi dibandingkan tingkat stok pada masa pandemi.

Laode menambahkan, penurunan ICP turut dipengaruhi oleh meredanya risiko geopolitik konflik Rusia dan Ukraina, seiring munculnya penawaran pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Selain itu, Rusia juga memproyeksikan peningkatan produksi minyak pada 2025 menjadi 10,36 juta bph, yang diperkirakan kembali naik pada 2026 hingga mencapai 10,54 juta bph.

“Penurunan ICP bulan Desember disebabkan peningkatan suplai minyak dunia,” kata Laode.

Untuk kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penurunan crude throughput China sebesar 0,9 persen secara bulanan pada November 2025 menjadi 14,86 juta bph, yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir.

Secara bulanan, ICP Desember 2025 tercatat turun sebesar 1,73 dolar AS per barel dibandingkan November 2025 yang berada di level 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan ICP Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.

Adapun harga rata-rata minyak mentah utama dunia pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan November 2025. Dated Brent turun 0,95 dolar AS per barel dari 63,65 dolar AS per barel menjadi 62,70 dolar AS per barel.

Harga WTI (Nymex) melemah 1,61 dolar AS per barel dari 59,48 dolar AS per barel menjadi 57,87 dolar AS per barel, sementara Brent (ICE) turun 2,02 dolar AS per barel dari 63,66 dolar AS per barel menjadi 61,64 dolar AS per barel.

Selain itu, harga Basket OPEC tercatat turun 2,61 dolar AS per barel dari 64,46 dolar AS per barel menjadi 61,85 dolar AS per barel.

Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 1,73 dolar AS per barel dari 62,83 dolar AS per barel menjadi 61,10 dolar AS per barel.[prs]