Gus Yahya Singgung Konflik Internal, PBNU Rayakan Harlah 100 Tahun NU dalam Suasana Islah

Gus Yahya Singgung Konflik Internal, PBNU Rayakan Harlah 100 Tahun NU dalam Suasana Islah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. //net

Realitarakyat.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyinggung dinamika yang sempat mewarnai internal PBNU dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pidatonya di acara Harlah 1 Abad NU di Jakarta, Sabtu (31/1/2025), Gus Yahya menyampaikan rasa syukur karena peringatan tersebut dapat digelar setelah konflik internal mereda.

“Syukur kepada Allah SWT, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu,” ujar Gus Yahya.

PBNU sebelumnya sempat diguncang konflik internal yang berdampak pada posisi Gus Yahya sebagai ketua umum. Namun, seluruh kubu yang sempat berseteru akhirnya memilih jalan islah, sehingga Gus Yahya kembali menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno PBNU yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Rapat pleno yang digelar secara hybrid itu diikuti jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan A’wan, serta pimpinan badan otonom dan lembaga PBNU.

Rapat pleno juga menerima pengembalian mandat KH Zulfa Mustofa dari jabatan Pejabat Ketua Umum PBNU.

Demi menjaga keutuhan organisasi dan kemaslahatan yang lebih besar, rapat pleno memutuskan untuk meninjau kembali atau me-nasakh sanksi pemberhentian Gus Yahya yang sebelumnya ditetapkan dalam Rapat Pleno 9 Desember 2025.

Selain memulihkan jabatan ketua umum, rapat pleno juga memutuskan mengembalikan komposisi kepengurusan PBNU sesuai hasil Muktamar ke-34 NU yang telah diperbarui melalui Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2024.

PBNU dijadwalkan menggelar Muktamar pada Juli–Agustus 2026. Sementara itu, Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan Syawal 1447 H atau sekitar April 2026. (*)