News  

Pemerintah Indonesia Sebut Tindakan AS Tangkap Maduro Berisiko Bagi Perdamaian

Pemerintah Indonesia Sebut Tindakan AS Tangkap Maduro Berisiko Bagi Perdamaian
Sekjen Gerindra, Sugiono/Net

Realitarakyat.com – Pemerintah Indonesia menyatakan tindakan Pemerintahan Donald Trump yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro berisiko menganggu stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Hal itu, merupakan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang disampaikan Menteri Sugiono melalui akun instagram resmi Kemenlu, Minggu (4/1/20256).

“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Tindakan tersebut dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” kata Sugiono.

Menlu RI mengingatkan komunitas internasional untuk menghormati hak dan kedaulatan rakyat Venezuela. Menurutnya, dunia harus menghormati keinginan rakyat untuk menentukan nasib masa depan Venezuela.

Pemerintah Indonesia, kata Sugiono, menyerukan dunia agar menahan diri dan mematuhi hukum internasional. Ia juga meminta agar mengedepankan dialog dan perlindungan terhadap warga sipil.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog, menahan diri, dan mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB. Serta, mematuhi hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Menlu.

Sekjen PBB Antonio Guterres melalui Juru Bicara Stephane Dujarric, menyampaikan kekhawatiran atas ketegangan di Venezuela. Menurut Gutteres, penangkapan Maduro oleh militer Amerika Serikat menjadi preseden yang berbahaya.

“Ini berpotensi menimbulkan implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan ini. Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” kata Dujarric seperti dikutip dari situs PBB.

Sebelumnya, Amerika Serikat menculik Presiden Maduro dan istrinya Cilia Flores dalam serangan militer di kediamannya di Caracas. Keduanya digerebek dan ditangkap oleh satuan elite Angkatan Darat Amerika, Delta Force, pada tengah malam saat sedang tidur.

Selanjutnya Maduro dan istrinya dibawa dengan helikopter ke USS Iwo Jima, menuju New York. Keduanya dijebloskan ke pusat tahanan Brooklyn, New York. ***