DPR  

DPR Minta Keadilan bagi Nenek Saudah

DPR Minta Keadilan bagi Nenek Saudah
Nenek Saudah korban penganiayaan oleh penambang ilegal/Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, meminta aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk mengungkap secara menyeluruh kasus dugaan penganiayaan terhadap Nenek Saudah, seorang lansia yang menolak aktivitas penambangan ilegal di wilayah tempat tinggalnya.

Arisal menilai korban yang berusia 68 tahun tersebut tengah berupaya mempertahankan tanah adat peninggalan leluhurnya agar tidak dirusak oleh kegiatan pertambangan tanpa izin.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang dialami Nenek Saudah merupakan bentuk pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang harus ditangani serius.

“Kami dari Anggota DPR RI Komisi XIII mengajak, mengundang seluruh kemitraan kami yaitu kemitraan kami dari Kementerian HAM, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan juga LPSK, untuk bersepakat mengusut tuntas kasus ini,” kata Arisal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Ia berharap pengungkapan kasus Nenek Saudah dapat menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan berbagai kasus kekerasan lain yang berkaitan dengan praktik pertambangan ilegal, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Semoga kasus-kasus yang lainnya bisa juga kita dapatkan kepastian hukum terhadap masyarakat kita yang kena dampak dari pelecehan terhadap kaum perempuan, yaitu pelanggaran HAM dari HAM perempuan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arisal mendorong seluruh pihak berwenang untuk menegakkan hukum secara tegas agar korban memperoleh keadilan, sekaligus mencegah munculnya korban baru.

“Dari saya sebagai wakil rakyat meminta dari pemerintah khususnya Kementerian HAM betul-betul ini diungkit. Jangan terjadi lagi Ibu Sauda-Ibu Sauda di lain tempat,” katanya menegaskan.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu bermula ketika Nenek Saudah mendatangi Sungai Batang Sibinail, sekitar 300 meter dari kediamannya, dengan tujuan memperingatkan para penambang emas ilegal agar menghentikan aktivitas mereka.

Dalam perjalanan, korban diduga diserang oleh sejumlah orang dengan lemparan batu, dikeroyok, dan dipukul hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran. Setelah itu, Nenek Saudah yang dalam kondisi tidak berdaya ditinggalkan di semak-semak di sekitar sungai karena para pelaku mengira korban telah meninggal dunia.[prs]