Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pentingnya penguatan pasar karbon nasional sebagai instrumen strategis pembiayaan berkelanjutan. Menurutnya, pasar karbon dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan komitmen penurunan emisi di Indonesia.
“Pasar karbon harus diposisikan sebagai instrumen pembiayaan yang andal. Dengan ekosistem yang kuat dan kredibel, Indonesia bisa menarik aliran modal global untuk mendukung transisi energi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (7/2).
Dalam Indonesia Economic Summit 2026, Eddy menjelaskan kebutuhan investasi untuk transformasi energi dan pembangunan ekonomi hijau sangat besar, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Pasar karbon, katanya, mampu menyediakan alternatif pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan pasar karbon, mulai dari potensi hutan dan mangrove, teknologi Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS), hingga proyek waste to energy. Eddy juga mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 100 Tahun 2025 sebagai kerangka kebijakan perdagangan karbon.
“Regulasi sudah tersedia, peluangnya besar. Tantangan kita adalah memastikan implementasi sesuai kaidah internasional agar pasar karbon berfungsi sebagai instrumen ekonomi nasional,” tegasnya.(Ess)






