Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyoroti dinamika free float saham yang dinilai turut memicu gejolak signifikan di pasar modal dan berdampak langsung terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa hari terakhir.
Fauzi mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi bursa yang mengalami tekanan cukup berat. Ia menyebut, dalam dua hari terakhir pergerakan pasar menunjukkan fluktuasi tajam yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Sebagai mitra (Komisi XI), kami turut prihatin atas dua hari terakhir ini karena bursa kita mengalami goncangan yang sangat luar biasa,” kata Fauzi, dalam keterangan persnya, Senin (2/2).
Menurut Fauzi, regulasi terkait free float sejatinya telah diatur secara jelas. Namun, pada tataran pelaksanaan, masih muncul tanda tanya, terutama dari lembaga internasional seperti MSCI yang menilai aspek keterbukaan saham publik di Indonesia.
Ia menekankan bahwa kejujuran dan kepatuhan emiten menjadi faktor kunci dalam penerapan ketentuan free float. Saham yang dikategorikan sebagai free float, kata dia, harus benar-benar dimiliki publik dan bukan sekadar memenuhi syarat administratif.
“Yang menjadi persoalan sekarang, MSCI masih meragukan apakah free float itu benar-benar untuk publik atau justru masih dimiliki oleh pihak yang sama,” ungkapnya.
Fauzi menilai persoalan tersebut tidak dapat dianggap ringan, mengingat jumlah perusahaan tercatat di bursa hampir mencapai seribu emiten. Kondisi itu, lanjutnya, berpengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan investor serta persepsi global terhadap pasar modal nasional.
Meski demikian, Fauzi menyampaikan optimisme bahwa situasi pasar modal secara perlahan mulai membaik. Ia menilai aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia telah kembali menunjukkan pergerakan yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya.[prs]







