Realitarakyat.com – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara terus dipercepat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh unit rampung sebelum bulan Ramadan agar masyarakat segera menempati hunian layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan kesiapan hunian harus menyeluruh, mencakup bangunan fisik, pasokan air bersih, sanitasi, dan listrik. “Hunian harus siap secara menyeluruh, tidak boleh ada persoalan air bersih maupun listrik ketika masyarakat mulai menempati,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari program Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) bantuan JICA, dengan dua paket pembangunan. Paket S2 di Desa Supiturang, Pronojiwo, mencakup dua sabodam, penyangga beton sepanjang 900 meter, serta akses jalan 500 meter. Paket S4 di Desa Sumberwuluh, Candipuro, meliputi satu consolidation dam dan enam tanggul pengarah sepanjang 2.500 meter.
Sebanyak 252 unit huntara dibangun dalam 21 blok modular, diperuntukkan bagi 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa. Setiap blok dilengkapi fasilitas sanitasi komunal, dapur bersama, serta ruang komunal. Kawasan ini juga memiliki masjid, gedung serbaguna, taman bermain, lapangan olahraga, hingga area parkir.
Dengan sistem konstruksi modular, huntara dirancang cepat selesai namun tetap aman dan nyaman. Pemerintah daerah menegaskan penetapan calon penghuni dilakukan secara tertib, sementara pembangunan hunian tetap akan dilanjutkan di lahan yang tersedia.(MT)







