Realitarakyat.com – Studi terbaru Badan Geologi Kementerian ESDM bersama BRIN mengungkapkan fakta baru mengenai Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer di utara Bandung Raya.
Patahan aktif tersebut teridentifikasi terbagi menjadi tiga segmen berbeda yang berpotensi memicu gempa bumi besar dengan kekuatan hingga magnitudo 6,5.
Hasil survei terpadu geologi dan geofisika ini dipaparkan dalam forum mitigasi gempa bumi pada Kamis (26/2/2026).
Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, menjelaskan bahwa penelitian ini mengintegrasikan penginderaan jauh, survei lapangan, hingga perekaman bawah permukaan untuk memperbarui peta risiko bencana di wilayah padat penduduk tersebut.
“Sesar Lembang adalah sesar aktif dengan laju geser mencapai 1,95 hingga 3,45 milimeter per tahun. Berdasarkan studi paleoseismologi, gempa besar tercatat pernah terjadi di jalur ini pada sekitar abad ke-15,” ujar Edy.
Peneliti Badan Geologi, Sukahar Eka Adi Saputra, menambahkan bahwa potensi gempa magnitudo 6,5 dapat terjadi jika seluruh patahan sepanjang 29 kilometer tersebut bergerak secara bersamaan.
Data BMKG juga memperkuat aktivitas ini dengan temuan sejumlah gempa kecil (micro-earthquake) di kedalaman 10 kilometer yang menjadi ciri khas sesar aktif.
Secara teknis, Sesar Lembang terbagi menjadi tiga bagian utama:
- Segmen Timur: Memiliki gawir sesar yang jelas dengan indikasi pergeseran mengiri.
- Segmen Tengah: Menunjukkan karakter sesar mendatar yang relatif tegak.
- Segmen Barat: Memiliki kemiringan berbeda di kedalaman dan diduga terhubung dengan struktur regional Sesar Cimandiri-Rajamandala.
Pakar mitigasi Badan Geologi, Supartoyo, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia mengambil contoh gempa Cianjur 2022 (M 5,6) yang meski skalanya lebih kecil, mampu menimbulkan kerusakan hingga Rp4 triliun.
“Gempa tidak harus besar untuk merusak. Penguatan bangunan tahan gempa dan pengaturan tata ruang di sekitar jalur sesar menjadi kunci utama mitigasi sebelum bencana terjadi,” tegas Supartoyo. (*)






