DPR  

BBM Aman Selama Lebaran 2026, DPR Puji Kinerja BPH Migas!

Pertalite
Petugas SPBU tengah mengisi BBM untuk kendaraan /net

Realitarakyat.com – Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama masa Lebaran 2026.

Stabilitas pasokan dinilai menjadi kunci utama kelancaran aktivitas mudik masyarakat tahun ini tanpa adanya kendala kelangkaan di lapangan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyatakan bahwa keberhasilan tahun ini merupakan hasil dari perencanaan teknokratis yang matang oleh BPH Migas dan Kementerian ESDM.

Meskipun mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan tahun lalu, pasokan energi tetap terkendali.

“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Namun pada 2026 ini, pemerintah mampu menunjukkan kesiapan yang matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” ujar Lamhot dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (26/3).

Berdasarkan data yang diterima DPR, peningkatan konsumsi terjadi secara signifikan pada jenis gasoline dan gasoil.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menerapkan beberapa langkah strategis di jalur-jalur mudik utama.

Antara lain, penambahan stok di terminal-terminal utama BBM. Optimalisasi armada distribusi untuk menjangkau daerah tujuan mudik.

Kemudian, penyediaan SPBU Modular di titik-titik rawan kepadatan untuk mencegah antrean panjang.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara Kementerian ESDM, BUMN energi, dan aparat keamanan.

Sinergi ini dianggap sebagai faktor krusial yang memastikan jalur distribusi tetap terbuka dan aman dari hambatan teknis maupun non-teknis.

“Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari sebelum Lebaran,” tambah Ketua DPP Partai Golkar tersebut.

Dengan keberhasilan sistem distribusi yang ada, Lamhot berharap tren positif ini terus terjaga hingga masa arus balik usai.

Ia menegaskan bahwa pelayanan energi yang berbasis data dan perencanaan matang harus menjadi standar baru dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan nasional di masa mendatang.[prs]