Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan kepentingan Palestina.
Keanggotaan ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dari Indonesia dapat menembus blokade dan tepat sasaran.
Muhaimin menjelaskan bahwa jalur diplomasi melalui BoP, maupun kunjungan bilateral yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan mencari celah distribusi bantuan yang selama ini sering terhambat.
Berdasarkan data yang diterima pemerintah, indikasi bantuan yang sampai ke tangan warga Palestina saat ini tidak mencapai 30 persen.
“Kita harus mencari pintu-pintu agar bantuan tidak hanya mengandalkan jalur udara (airdrop), tetapi bisa lebih leluasa masuk ke Gaza. Keanggotaan kita di BoP adalah upaya memaksimalkan peran tersebut,” ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (9/3).
Selain aspek kemanusiaan, Muhaimin mengungkapkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tersebut juga membawa misi penguatan ekonomi nasional.
Hal ini berkaitan dengan stabilitas industri dalam negeri dan upaya mempertahankan surplus ekspor, terutama ke pasar Amerika Serikat.
Menutup pernyataannya, ia meminta masyarakat untuk tidak mempolemikkan langkah diplomasi pemerintah di BoP.
Menurutnya, ada pertimbangan strategis yang tidak semuanya bisa dibuka ke publik, namun tetap berfokus pada perlindungan ekonomi nasional dan komitmen terhadap kemanusiaan di Gaza.
“Jangan meributkan hal-hal strategis karena semuanya memiliki tujuan. Intinya agar produksi industri kita aman dan kita bisa membantu Palestina dengan lebih banyak lagi,” ujarnya. (*)






