Gencatan Senjata Berakhir Besok, Iran Belum Putuskan Hadiri Negosiasi dengan AS

Gencatan Senjata Berakhir Besok, Iran Belum Putuskan Hadiri Negosiasi dengan AS
//net /ilustrasi

Realitarakyat.com – Pemerintah Iran hingga saat ini belum memberikan kepastian mengenai kehadiran delegasi mereka dalam putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan.

Ketidakpastian ini muncul hanya sehari sebelum masa gencatan senjata dua pekan antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026) pukul 20.00 waktu Washington DC.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran belum mengambil keputusan final terkait partisipasi dalam perundingan tersebut.

“Saat ini, kami belum memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya,” ujar Baghaei dalam konferensi pers, Senin (20/4).

Senada dengan itu, Ketua Parlemen sekaligus pemimpin delegasi Iran pada putaran pertama, Mohamad Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan.

Meski menyatakan siap berdialog, Ghalibaf memperingatkan bahwa Iran telah menyiapkan skenario konfrontasi jika gencatan senjata tidak diperpanjang atau pembicaraan gagal mencapai kesepakatan.

“Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman. Dalam dua minggu terakhir, kami sudah siap mengungkap kartu-kartu baru di medan perang,” tegas Ghalibaf.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pesimis terhadap kelanjutan gencatan senjata tersebut.

Trump menyatakan kecil kemungkinan bagi pihaknya untuk memberikan perpanjangan waktu jika tidak ada progres signifikan, dan memprediksi perang dapat kembali berkobar jika kesepakatan buntu.

Hingga berita ini diturunkan, delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan tetap bersiap bertolak ke Islamabad pada Selasa (21/4).

Namun, jalan menuju perdamaian diprediksi tetap terjal mengingat sejumlah isu krusial seperti konflik di Selat Hormuz, sanksi ekonomi, hingga program nuklir Iran masih belum menemui titik temu. (*)