Realitarakyat.com – Ketegangan diplomatik pecah antara Israel dan Pakistan setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer Israel di Lebanon.
Pemerintah Israel secara resmi menyatakan kemarahannya atas pernyataan Asif yang menyebut Israel sebagai “jahat dan kutukan bagi umat manusia.”
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menilai pernyataan tersebut tidak dapat ditoleransi, terutama karena Pakistan saat ini berperan sebagai mediator dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
“Seruannya untuk pemusnahan Israel sangat keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat diterima dari pemerintah mana pun, apalagi yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian,” demikian pernyataan resmi Kantor PM Israel, dikutip dari Times of Israel, Jumat (10/4/2026).
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, turut mengutuk pernyataan tersebut dan melabelinya sebagai “fitnah anti-Semit”. Sa’ar menegaskan bahwa Israel akan terus membela diri terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai teroris dan bersumpah menghancurkan negaranya.
Sebelumnya, Khawaja Asif menyampaikan kecamannya melalui media sosial menyusul serangan udara masif Israel pada Rabu (8/4) yang menewaskan sedikitnya 256 warga sipil di Lebanon.
Asif menuduh Israel melakukan genosida yang meluas dari Gaza hingga Lebanon di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung di Islamabad.
“Pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon; pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tulis Asif sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Situasi di lapangan sendiri dilaporkan terus memanas. Meski ada klaim kesiapan pembicaraan damai, militer Israel (IDF) kembali membombardir wilayah Lebanon Selatan, termasuk distrik Tyre dan kota Sarafand, pada Jumat (10/4).
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban tewas sejak awal Maret telah mencapai 1.888 jiwa.
Di sisi lain, milisi Hizbullah dilaporkan membalas dengan serangan roket ke wilayah Galilee, Ashdod, dan Haifa. Eskalasi ini terjadi di tengah perdebatan cakupan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran, di mana Israel menolak memasukkan wilayah Lebanon dalam kesepakatan tersebut. (*)







