Isu NasDem Dilebur dengan Gerindra? Arif Rahman: Ini di Luar Nalar!

Isu NasDem Dilebur dengan Gerindra? Arif Rahman: Ini di Luar Nalar!
Anggota DPR Fraksi NasDem, Arif Rahman/Net

Realitarakyat.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, angkat bicara menanggapi isu peleburan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang mencuat ke publik.

Isu yang awalnya digulirkan oleh laporan utama Majalah Tempo tersebut dinilai tidak logis, dipaksakan, dan mencederai mandat jutaan pemilih.

Arif menegaskan bahwa Partai NasDem bukan merupakan entitas bisnis seperti perseroan terbatas (PT) yang dapat digabungkan begitu saja demi kepentingan koalisi.

Sebagai partai yang meraup 14.660.516 suara (9,6%) pada Pemilu 2024, NasDem memiliki beban moral dan politik kepada rakyat.

“Bagaimana mungkin Partai NasDem yang sudah didirikan 15 tahun lalu dan penuh pengorbanan harus dilebur hanya karena tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintah? Partai NasDem bukan PT Tbk. Kami punya pertanggungjawaban terhadap rakyat,” tegas Arif di Jakarta, Selasa (14/4).

Legislator asal Dapil Banten I ini secara khusus mengkritik sampul Majalah Tempo bertajuk ‘PT NasDem Indonesia Raya Tbk’. Menurut Arif, narasi tersebut merupakan penyederhanaan yang keliru terhadap basis kader NasDem yang sangat beragam dan berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

Arif, yang juga menjabat sebagai Sekjen MPN Pemuda Pancasila, menilai hubungan baik selama puluhan tahun antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto tidak seharusnya ditafsirkan sebagai rencana penggabungan organisasi politik.

“Kalau hubungan baik itu ditafsirkan sebagai peleburan, maka itu cacat logika,” ujar Bendahara Umum PB IKA PMII tersebut.

Arif Rahman juga mempertanyakan urgensi serta waktu (timing) publikasi berita tersebut. Pasalnya, pertemuan antara kedua tokoh bangsa itu disebut terjadi pada pertengahan Februari 2026, namun isunya baru dimunculkan secara masif saat ini.

“Kenapa baru diterbitkan sekarang? Ada motif apa di balik semua ini? Informasi yang masih sumir harus diuji kebenarannya dengan konfirmasi, bukan langsung diinterpretasikan,” tambah Aktivis NU tersebut.

Wacana penggabungan ini pertama kali mencuat melalui laporan Majalah Tempo edisi pekan ini. Disebutkan bahwa Prabowo Subianto mengusulkan penggabungan kedua partai usai bertemu Surya Paloh di Hambalang, Bogor, pasca-Pemilu 2024.

Namun, bagi pihak NasDem, wacana tersebut merupakan bentuk degradasi terhadap eksistensi partai yang telah berdiri sejak 2011 silam.[prs]