Realitarakyat.com – Pemerintah dan DPR RI memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman.
Selain ketersediaan pasokan, pemerintah juga secara resmi memastikan tidak ada kenaikan harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi, di tengah dinamika energi global.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
Dia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah strategis, termasuk mengamankan sumber-sumber minyak baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia tetap tenang bahwa tidak ada kenaikan dan stok kita sangat-sangat aman,” ujar Andre di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (1/4).
Terkait kendala logistik global, Andre menjelaskan bahwa kapal-kapal tanker pengangkut minyak menuju Indonesia saat ini sedang dalam proses administrasi untuk melintasi Selat Hormuz di Timur Tengah.
Status Indonesia yang tengah berproses masuk ke dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dinilai mempermudah koordinasi internasional tersebut.
“Jadi tidak ada masalah, tinggal soal proses administrasinya saja,” tambahnya. Pihak DPR juga akan terus berkoordinasi ketat dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjamin kelancaran distribusi hingga ke tangan konsumen.
Keputusan Presiden Prabowo: Harga Tetap
Kepastian mengenai harga BBM dipertegas oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, keputusan untuk tidak melakukan penyesuaian harga diambil setelah melakukan koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian ESDM dan Pertamina.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi,” tegas Prasetyo dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).
Langkah ini diapresiasi oleh parlemen sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu.
Dengan ketersediaan stok yang diklaim “sangat aman” dan harga yang stabil, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan tetap berjalan normal tanpa gangguan pasokan energi.[prs]







